DIGTALPOS.com, Bontang – Persoalan belum adanya sekretariat tetap yang dialami Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Bontang mendapat perhatian dari Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam. Ia merespons langsung keluhan para pengurus PGRI yang hingga kini masih harus berpindah-pindah tempat demi menjalankan aktivitas organisasi.
Menurut Andi Faiz, keberadaan sekretariat permanen sangat penting bagi organisasi sebesar PGRI yang menaungi para tenaga pendidik di Kota Bontang. Karena itu, ia membuka peluang untuk membicarakan solusi bersama agar kebutuhan tersebut dapat segera direalisasikan.
Ia mencontohkan, sebelumnya DPRD juga telah membantu mencarikan lokasi untuk organisasi Pramuka di Bontang. Dengan pengalaman itu, ia menilai kebutuhan serupa dari PGRI seharusnya juga bisa dikomunikasikan lebih awal agar dapat dibahas bersama pemerintah maupun pihak terkait.
“Kemarin Pramuka sudah kita carikan tempat. Harusnya kalau ketemu langsung ngomong dua-duanya, jadi bisa sama-sama kita carikan,” ujar Andi Faizal, Selasa (12/5/2026).

Pernyataan tersebut muncul setelah pengurus PGRI menyampaikan kondisi organisasi yang sampai sekarang masih menggunakan sekretariat sementara. Kondisi itu dinilai cukup menyulitkan, terutama dalam menjalankan administrasi organisasi, rapat koordinasi, hingga kegiatan pembinaan guru.
Ketua PGRI Cabang Bontang Utara, Aslam, mengungkapkan bahwa selama ini pihaknya harus berpindah-pindah lokasi karena belum memiliki tempat tetap sebagai pusat kegiatan organisasi.
“Sekretariat kami masih sementara. Jadi sementara ini kami masih lari-lari karena belum punya tempat,” ungkapnya.
Aslam menyebut, di tengah kondisi efisiensi anggaran yang sedang diterapkan pemerintah daerah, pihaknya memahami bahwa tidak semua kebutuhan organisasi bisa langsung dipenuhi. Namun demikian, ia berharap ada perhatian dan dukungan bersama agar organisasi guru di Bontang dapat memiliki fasilitas yang lebih layak.
Menurutnya, keberadaan sekretariat permanen bukan sekadar simbol organisasi, tetapi juga menjadi pusat pelayanan dan koordinasi bagi para guru. Terlebih, PGRI memiliki berbagai agenda rutin yang membutuhkan ruang kerja tetap agar pelaksanaan program berjalan lebih efektif.
Hal senada disampaikan Ketua PGRI Kota Bontang, Saparudin. Ia menjelaskan, saat ini pengurus PGRI kota masih menyewa tempat agar roda organisasi tetap berjalan.
Meski dengan keterbatasan, pihaknya tetap berupaya mengembangkan organisasi, termasuk membangun kemandirian melalui pembentukan koperasi guru. Saat ini koperasi tersebut disebut tengah dalam proses pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB).
“Yang penting ada tempat dulu untuk berkegiatan. Alhamdulillah kami juga sudah membentuk koperasi dan sekarang tinggal proses NIB,” terang Saparudin.
Keberadaan sekretariat permanen dinilai akan memberikan banyak manfaat bagi organisasi guru di Bontang. Selain memudahkan koordinasi antaranggota, fasilitas tersebut juga dapat menjadi pusat pengembangan program pendidikan, pelatihan guru, hingga wadah diskusi terkait peningkatan kualitas pendidikan di Kota Taman.
Harapan pun kini tertuju pada sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, dan organisasi pendidikan agar kebutuhan dasar PGRI dapat segera terwujud. Dengan adanya sekretariat tetap, para guru diharapkan bisa lebih fokus menjalankan peran mereka dalam meningkatkan mutu pendidikan di Kota Bontang. (Adv)













