DIGTALPOS.com – Dugaan kelalaian tenaga medis terhadap seorang bayi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung kini menjadi sorotan publik. Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Bandung pun bergerak cepat dengan melakukan penyelidikan, meski pihak keluarga korban belum melayangkan laporan resmi ke kepolisian.
Langkah proaktif ini diambil sebagai bentuk respons atas kekhawatiran masyarakat terhadap keselamatan pasien, khususnya bayi yang tergolong kelompok rentan. Kasat Reskrim Polrestabes Bandung, AKBP Anton, menegaskan bahwa pihaknya tidak menunggu laporan untuk mulai bekerja.
“Memang sampai saat ini belum ada laporan resmi dari pihak keluarga, namun kami tetap melakukan penyelidikan awal untuk mengumpulkan informasi,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (13/4/2026).
Menurut Anton, penyelidikan yang dilakukan masih berada pada tahap klarifikasi dan pendalaman fakta di lapangan. Salah satu fokus utama adalah menelusuri apakah prosedur medis yang berlaku telah dijalankan sesuai standar oleh tenaga kesehatan di RSHS.
“Kami akan melakukan klarifikasi terkait Standar Operasional Prosedur (SOP) yang diterapkan di RSHS, khususnya dalam penanganan bayi. Ini penting untuk mengetahui apakah ada kelalaian atau tidak,” jelasnya.
Tak hanya itu, aparat kepolisian juga telah mendatangi langsung RSHS Bandung pada pekan lalu untuk melakukan pengumpulan data awal. Kunjungan tersebut bertujuan menggali informasi dari pihak rumah sakit serta memastikan kronologi kejadian yang sebenarnya.
“Minggu kemarin tim sudah turun ke lokasi untuk melakukan penyelidikan awal dan berkoordinasi dengan pihak rumah sakit,” tambahnya.
Terkait isu yang sempat berkembang di masyarakat mengenai kemungkinan adanya unsur tindak pidana lain, seperti dugaan penculikan bayi, pihak kepolisian masih belum memberikan pernyataan pasti. Namun demikian, Anton memastikan bahwa seluruh kemungkinan akan didalami secara menyeluruh.
“Kami tidak ingin berspekulasi. Semua kemungkinan tetap kami buka, tapi saat ini fokus kami adalah mengumpulkan bukti dan fakta yang ada,” tegasnya.
Kasus ini menjadi perhatian serius, mengingat menyangkut keselamatan pasien di fasilitas kesehatan rujukan nasional. Kepercayaan masyarakat terhadap layanan medis pun menjadi taruhan dalam peristiwa ini.
Pihak kepolisian menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas dugaan kelalaian tersebut secara profesional dan transparan. Selain memberikan keadilan bagi korban, langkah ini juga diharapkan menjadi evaluasi bagi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia.
Seiring berjalannya proses penyelidikan, polisi memastikan akan terus menyampaikan perkembangan terbaru kepada publik. Masyarakat pun diimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. (*)













