DIGTALPOS.com, Bontang – Kabar dugaan aksi begal yang menimpa seorang guru sekolah dasar di kawasan Bukit Kusnodo sempat membuat warga resah. Informasi yang beredar menyebutkan korban diserang oleh sejumlah orang tak dikenal dengan wajah tertutup di jalan yang sepi, memicu kekhawatiran luas akan keamanan di wilayah tersebut.
Cerita itu dengan cepat menyebar, dari percakapan warga hingga viral di media sosial. Status korban sebagai seorang guru semakin memperkuat simpati publik, sekaligus menimbulkan kecemasan, terutama bagi masyarakat yang kerap melintas di kawasan tersebut.
Namun, hasil penyelidikan aparat kepolisian mengungkap fakta berbeda. Peristiwa yang semula diduga sebagai aksi pembegalan ternyata merupakan kasus pengeroyokan yang dipicu persoalan pribadi antara korban dan para pelaku.
Pengungkapan ini disampaikan setelah jajaran Polsek Teluk Pandan bersama Satreskrim Polres Kutai Timur dan Polres Bontang melakukan penyelidikan intensif. Dalam waktu singkat, polisi berhasil mengidentifikasi dan mengamankan tiga orang terduga pelaku pada Kamis (9/4/2026).
Kapolres Kutai Timur, AKBP Fauzan Arianto, menjelaskan bahwa pada awalnya korban mengaku diserang oleh orang tidak dikenal. Bahkan, korban sempat menyebut para pelaku menggunakan penutup wajah, sehingga sulit dikenali.
“Namun setelah kami lakukan pendalaman, keterangan korban berubah. Ia mengakui bahwa dirinya mengenal para pelaku,” ungkap Fauzan.
Dari pengakuan tersebut, penyelidikan berkembang. Polisi kemudian menelusuri jejak komunikasi korban dan para pelaku, hingga akhirnya berhasil mengamankan ketiganya di lokasi yang berbeda.
Ketiga pelaku masing-masing berinisial AA (20), warga Bontang, serta dua remaja AK (17) dan MA (16) yang berasal dari Teluk Pandan, Kutai Timur.
Hasil pemeriksaan awal mengungkap bahwa aksi pengeroyokan tersebut dipicu oleh emosi. Para pelaku mengaku tersinggung karena merasa diperlakukan tidak pantas oleh korban sebelumnya.
“Jadi ini bukan begal, melainkan penganiayaan secara bersama-sama. Mereka melakukan pengeroyokan terhadap korban,” tegas Fauzan.
Kasus ini sempat menjadi perhatian luas masyarakat. Banyak warga yang khawatir akan meningkatnya tindak kejahatan jalanan, terutama di kawasan yang relatif sepi seperti Bukit Kusnodo. Namun, setelah fakta sebenarnya terungkap, situasi berangsur kondusif.
Korban yang diketahui bernama Cornelius, seorang guru SD, akhirnya mencabut pernyataannya terkait dugaan pembegalan. Ia juga menyampaikan klarifikasi melalui sebuah video yang beredar di media sosial, disertai permintaan maaf kepada masyarakat atas informasi yang sempat menimbulkan keresahan.
Saat ini, baik korban maupun para pelaku masih berada di Mapolsek Teluk Pandan. Meski demikian, kedua belah pihak dikabarkan telah mencapai kesepakatan untuk menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan.
Permasalahan pun berakhir damai, dengan kesepakatan bersama untuk tidak melanjutkan kasus ke proses hukum. Polisi pun mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menyampaikan informasi, serta tidak mudah menyebarkan kabar yang belum terverifikasi kebenarannya. (*)













