DIGTALPOS.com, Bontang – Warga RT 11 Kelurahan Tanjung Laut Indah dibuat resah dengan kondisi jembatan penghubung yang menjadi akses utama aktivitas masyarakat. Jembatan tersebut dilaporkan mengalami kerusakan setelah sejumlah balok penyangga diduga hilang akibat pencurian, sehingga konstruksi mulai bergoyang saat dilewati warga.
Kondisi itu pun memunculkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Pasalnya, jembatan tersebut setiap hari digunakan sebagai jalur utama mobilitas warga, baik untuk pejalan kaki maupun pengendara roda dua. Selain menjadi akses penghubung antarpemukiman, jalur itu juga digunakan warga untuk beraktivitas ekonomi hingga anak-anak menuju sekolah.
Beberapa warga mengaku kini harus ekstra hati-hati ketika melintas, terutama pada malam hari atau saat kondisi cuaca kurang baik. Getaran pada bagian jembatan mulai terasa ketika kendaraan melintas secara bersamaan.
Menanggapi persoalan tersebut, Anggota Komisi C DPRD Bontang, Yassier Arafat meminta masyarakat turut berperan aktif menjaga fasilitas umum yang telah dibangun pemerintah. Menurutnya, kerusakan fasilitas lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh masyarakat sebagai pengguna.

Ia menekankan pentingnya menumbuhkan rasa memiliki terhadap aset daerah agar fasilitas yang dibangun menggunakan anggaran negara dapat bertahan lama dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Yang paling penting itu masyarakat harus merasa memiliki aset yang sudah dibangun pemerintah. Kalau merasa itu bukan tanggung jawab bersama, ya nanti kerusakan seperti ini bisa terus terjadi,” ujarnya.
Yassier menilai material kayu ulin yang digunakan pada konstruksi jembatan memang memiliki nilai ekonomis cukup tinggi sehingga rawan menjadi sasaran pencurian. Meski demikian, ia meminta masyarakat tidak langsung menyimpulkan penyebab kerusakan sebelum ada pemeriksaan lebih lanjut dari instansi teknis terkait.
Politisi Partai Golkar itu menegaskan pemerintah melalui dinas terkait perlu segera turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan kondisi konstruksi secara menyeluruh. Langkah tersebut penting agar penanganan yang dilakukan benar-benar sesuai dengan tingkat kerusakan di lapangan.
Menurutnya, apabila kerusakan tidak segera ditangani, kondisi jembatan dikhawatirkan akan semakin membahayakan keselamatan warga. Terlebih akses tersebut merupakan jalur vital yang setiap hari dilalui masyarakat.
Selain perbaikan fisik, Yassier juga mendorong adanya peningkatan sosialisasi kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga aset lingkungan bersama-sama. Ia menilai pengawasan dari warga sekitar sangat diperlukan untuk mencegah terulangnya aksi pencurian maupun vandalisme terhadap fasilitas umum.
“Kalau ada hal mencurigakan, segera laporkan ke RT atau pihak terkait supaya cepat ditindaklanjuti. Karena fasilitas ini juga untuk kepentingan masyarakat sendiri,” katanya.
DPRD Bontang berharap kerusakan jembatan di RT 11 Kelurahan Tanjung Laut Indah dapat segera mendapat perhatian dan penanganan cepat dari pemerintah daerah. Dengan begitu, aktivitas warga dapat kembali berjalan aman dan nyaman tanpa rasa khawatir saat melintas.
Di sisi lain, masyarakat juga diingatkan untuk bersama-sama menjaga fasilitas umum yang ada di lingkungan mereka. Sebab, keberadaan infrastruktur tersebut tidak hanya menunjang aktivitas harian warga, tetapi juga menjadi bagian penting dari pelayanan publik dan keselamatan bersama. (Adv)













