DIGTALPOS.com – Barcelona akhirnya memastikan diri sebagai juara Liga Spanyol musim 2025/2026 setelah menaklukkan rival abadinya, Real Madrid, dengan skor meyakinkan 2-0 dalam laga El Clasico pekan ke-35 di Spotify Camp Nou, Senin (11/5) dini hari WIB.
Kemenangan penting tersebut sekaligus memastikan Blaugrana mengangkat trofi La Liga lebih cepat. Tambahan tiga poin membuat pasukan Hansi Flick kini mengoleksi 91 poin dari 35 pertandingan, jumlah yang sudah tidak mungkin lagi dikejar Real Madrid meski kompetisi masih menyisakan tiga laga.
Atmosfer Camp Nou berubah menjadi lautan pesta begitu peluit panjang dibunyikan. Puluhan ribu suporter Barcelona bersorak merayakan keberhasilan tim kesayangannya kembali menjadi penguasa sepak bola Spanyol setelah menjalani musim yang penuh konsistensi.
Dua gol kemenangan Barcelona dicetak Marcus Rashford dan Ferran Torres di babak pertama. Keduanya tampil impresif dan menjadi mimpi buruk bagi lini pertahanan Los Blancos.
Real Madrid sebenarnya tampil agresif sejak menit awal pertandingan. Baru dua menit laga berjalan, Vinicius Junior langsung mengancam gawang Barcelona melalui serangan cepat. Namun, kiper Joan Garcia tampil sigap mengamankan peluang tersebut.
Barcelona justru berhasil membuka keunggulan lebih dahulu pada menit kesembilan. Marcus Rashford mencetak gol spektakuler lewat tendangan bebas melengkung yang mengarah ke sudut kiri atas gawang. Thibaut Courtois hanya terpaku menyaksikan bola bersarang di gawangnya.
Gol tersebut membuat kepercayaan diri Barcelona semakin meningkat. Tim tuan rumah terus menekan dan sukses menggandakan keunggulan pada menit ke-18 melalui Ferran Torres.
Berawal dari skema serangan cepat, Dani Olmo melepaskan umpan matang yang berhasil diselesaikan Ferran Torres dengan tenang. Sepakan akuratnya kembali memperdaya Courtois dan membuat Camp Nou bergemuruh.
Unggul dua gol membuat Barcelona semakin nyaman mengendalikan permainan. Marcus Rashford nyaris mencetak gol keduanya pada menit ke-26 lewat tembakan keras dari luar kotak penalti. Namun Courtois melakukan penyelamatan gemilang untuk menjaga harapan Madrid.
Menjelang turun minum, Rashford kembali mendapat peluang emas. Sayangnya, penyelesaian akhirnya lagi-lagi mampu dimentahkan Courtois yang tampil sebagai salah satu pemain terbaik Madrid dalam laga tersebut.
Memasuki babak kedua, Barcelona tidak mengendurkan intensitas serangan. Fermin Lopez mencoba peruntungan pada menit ke-48, tetapi peluang itu masih terlalu mudah diamankan Courtois.
Ferran Torres hampir mencetak brace pada menit ke-56. Penyerang asal Spanyol itu mendapatkan ruang tembak di kotak penalti, namun Courtois kembali menunjukkan refleks luar biasa untuk menggagalkan peluang tersebut.
Real Madrid sempat membobol gawang Barcelona melalui Jude Bellingham pada menit ke-63. Akan tetapi, harapan Los Blancos untuk bangkit pupus setelah wasit menganulir gol tersebut karena offside.
Di sisa pertandingan, Barcelona tetap tampil dominan. Robert Lewandowski mendapatkan peluang emas pada menit ke-84, tetapi belum mampu menaklukkan Courtois.
Sementara Madrid juga sempat mengancam lewat Cesar Palacios pada menit ke-86. Namun, tendangannya masih melambung jauh di atas mistar gawang Barcelona.
Kemenangan ini terasa semakin spesial bagi Barcelona karena diraih dalam laga El Clasico, pertandingan paling bergengsi di sepak bola Spanyol. Gelar juara musim ini juga menjadi bukti keberhasilan Hansi Flick dalam membangun kembali kekuatan Blaugrana.
Di sisi lain, kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Real Madrid. Pelatih Madrid, Alvaro Arbeloa, mengakui musim timnya praktis berakhir usai kekalahan di Camp Nou.
“Musim kami telah tamat hari ini, tetapi kami tidak boleh menyerah. Kami membela sesuatu yang jauh lebih besar dari diri kami semua, lambang Real Madrid,” ujar Arbeloa seperti dikutip dari Marca.
Meski kecewa berat, Arbeloa menegaskan Real Madrid akan bangkit pada musim depan. Ia memahami kemarahan para pendukung Los Blancos yang kecewa melihat timnya gagal mempertahankan persaingan gelar hingga akhir musim.
“Kami selalu bangkit kembali, dan saya memahami kemarahan para penggemar Real Madrid,” katanya.
Arbeloa juga menilai kegagalan musim ini harus menjadi bahan evaluasi besar-besaran bagi seluruh tim. Menurutnya, Madrid kehilangan terlalu banyak poin penting sepanjang musim sehingga gagal menjaga persaingan dengan Barcelona.
“Itu menjadi titik awal untuk bangkit. Kami harus belajar dari banyak poin yang seharusnya tidak kami hilangkan,” tegas mantan pemain Real Madrid tersebut.
Sementara di kubu Barcelona, keberhasilan memastikan gelar juara semakin mempertegas dominasi mereka musim ini. Konsistensi permainan, lini serang tajam, serta pertahanan solid menjadi kunci sukses Blaugrana menutup musim dengan penuh kejayaan. (*)













