DIGTALPOS.com, Bontang – Semangat baru tengah menyelimuti Gerakan Pramuka Kota Bontang. Di tengah upaya pembenahan organisasi kepemudaan dan penguatan karakter generasi muda, Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Bontang resmi memasuki babak baru kepemimpinan.
Melalui agenda Penetapan Calon Ketua Kwartir Cabang Bontang Pergantian Antar Waktu (PAW) periode 2022–2027 yang berlangsung di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Minggu (10/5/2026), anggota DPRD Bontang, Yassier Arafat, resmi ditetapkan sebagai ketua baru menggantikan Budi Suprayitno.
Pergantian kepemimpinan ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan organisasi pramuka di Kota Taman agar semakin aktif, modern, dan mampu menjangkau seluruh lapisan generasi muda di tiga kecamatan.
Usai penetapan, Yassier Arafat menegaskan komitmennya untuk membawa Gerakan Pramuka Bontang lebih merata dalam pelaksanaan kegiatan maupun pembinaan anggota. Ia menilai, selama ini masih diperlukan penguatan pemerataan program agar seluruh anggota pramuka di Bontang mendapatkan kesempatan yang sama untuk berkembang.

Menurutnya, tak boleh ada lagi kesenjangan perhatian antarwilayah, baik di Bontang Utara, Bontang Selatan, maupun Bontang Barat. Seluruh anggota pramuka harus memperoleh akses pembinaan, pelatihan, hingga kegiatan kepramukaan secara adil dan berkelanjutan.
“Kami ingin kegiatan pramuka benar-benar menyentuh semua wilayah. Tak ada yang dibedakan, semua harus merata antara utara, selatan, dan barat,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Yassier menilai pemerataan kegiatan menjadi langkah penting untuk mendorong tumbuhnya potensi generasi muda secara seimbang di setiap kecamatan. Dengan pembinaan yang maksimal, pramuka diharapkan tidak hanya menjadi wadah kegiatan seremonial, tetapi juga tempat membentuk karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, dan kepedulian sosial para pelajar.
Ia juga ingin Gerakan Pramuka Bontang menjadi organisasi yang lebih dekat dengan anak muda melalui kegiatan yang kreatif, edukatif, dan sesuai dengan perkembangan zaman. Menurutnya, generasi muda saat ini membutuhkan ruang positif untuk berkembang di tengah tantangan era digital dan perubahan sosial yang semakin cepat.
Selain fokus pada pemerataan program, kepengurusan baru Kwarcab Bontang juga langsung dihadapkan pada agenda besar tingkat nasional, yakni persiapan keikutsertaan kontingen Bontang dalam Jambore Nasional (Jamnas) XII Gerakan Pramuka Tahun 2026.
Ajang nasional tersebut dijadwalkan berlangsung pada 13–20 Agustus 2026 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur. Kegiatan itu akan mempertemukan ribuan anggota pramuka dari seluruh Indonesia dalam berbagai agenda pendidikan karakter, keterampilan, hingga kebangsaan.
Yassier menegaskan bahwa persiapan kontingen harus dilakukan sejak dini agar peserta dari Bontang mampu tampil maksimal dan membawa nama baik daerah di tingkat nasional. Persiapan tidak hanya menyangkut kemampuan teknis dan keterampilan kepramukaan, tetapi juga kesiapan mental, fisik, dan kedisiplinan para peserta.
“Kami ingin peserta dari Bontang benar-benar siap, baik dari sisi mental, keterampilan, maupun kedisiplinan. Ini momentum penting untuk menunjukkan kualitas pramuka Bontang,” katanya.
Ia berharap keikutsertaan dalam Jamnas XII nantinya dapat menjadi pengalaman berharga bagi para anggota pramuka sekaligus memotivasi generasi muda lainnya untuk aktif dalam kegiatan organisasi.
Dengan kepemimpinan baru ini, Kwarcab Bontang diharapkan mampu menghadirkan program-program yang lebih aktif, inklusif, dan menyentuh kebutuhan generasi muda di seluruh wilayah Kota Bontang. Kehadiran kepengurusan baru juga diharapkan dapat memperkuat peran Gerakan Pramuka sebagai wadah pembinaan karakter dan kepemimpinan generasi penerus daerah. (Adv)













