DIGTALPOS.com, Samarinda – Polemik belum dibayarnya gaji para karyawan Rumah Sakit Haji Darjad (RSHD) Samarinda menuai sorotan tajam dari DPRD Kaltim, Sarkowi V Zahry, yang menyatakan keprihatinannya atas sikap manajemen rumah sakit yang dinilai tidak kooperatif dan terkesan menghindar dari tanggung jawab.
“Sejak awal kami sudah mengingatkan manajemen agar menyelesaikan kewajibannya kepada para karyawan. Namun saat ingin menemui pihak manajemen, mereka tidak bersedia bertemu. Seolah-olah ada unsur kesengajaan untuk menghindar atau ingkar dari kewajiban,” ujar Sarkowi saat diwawancarai, Senin (5/5/2025).
Ia menjelaskan bahwa Komisi IV DPRD Kaltim sebenarnya telah menjadwalkan pembahasan khusus untuk membedah persoalan ini secara menyeluruh. Namun, rencana tersebut belum terlaksana karena agenda pemanggilan ulang terhadap manajemen RSHD masih menunggu waktu yang tepat.
“Kami akan jadwalkan ulang pemanggilan pihak manajemen agar mereka bisa menjelaskan dan menegaskan komitmennya dalam menyelesaikan persoalan ini. Tapi kalau tidak juga menunjukkan itikad baik, kami tidak segan mendorong agar masalah ini dibawa ke ranah hukum,” tegasnya.
Sarkowi menambahkan bahwa langkah hukum akan menjadi opsi terakhir jika mediasi tidak membuahkan hasil. Menurutnya, hal ini penting agar hak-hak karyawan yang selama ini terabaikan bisa segera dipenuhi sesuai ketentuan hukum dan perundang-undangan yang berlaku.
“DPRD berkomitmen mengawal persoalan ini hingga tuntas. Kami tidak ingin para tenaga kerja dibiarkan menggantung tanpa kepastian. Hak-hak mereka harus ditegakkan secara adil dan profesional,” tutupnya. (Adv)













