DIGTALPOS.com, Samarinda – Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Dr. Sani Bin Husain, kembali menghadirkan karya tulis bertema politik melalui buku berjudul Filsafat Politik Islam: Peta Jalan Etika Kekuasaan dan Kemaslahatan Ummat. Buku tersebut menjadi karya keduanya yang mengangkat isu politik setelah sebelumnya menerbitkan buku mengenai tugas dan kewenangan anggota DPRD.
Sani mengatakan penerbitan buku tersebut dilakukan secara sederhana tanpa kegiatan peluncuran khusus. Baginya, nilai utama dari sebuah karya bukan terletak pada seremoni, melainkan sejauh mana gagasan yang dituangkan dapat diterima dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Saya bukan orang besar seperti para penulis di Jakarta, jadi tidak ada acara peluncuran. Saya luncurkan dengan bismillah saja, lalu dibantu saudara-saudara dari tim redaksi Sudutkata.com untuk menyebarluaskan informasi penting ini,” kata Sani saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin, (27/7/2026).
Melalui buku tersebut, Sani berupaya mengangkat persoalan mengenai hubungan antara kekuasaan dan nilai etika dalam perspektif politik Islam. Menurutnya, kekuasaan tidak semestinya dipahami sebagai tujuan akhir, melainkan sebagai amanah yang digunakan untuk menghadirkan manfaat bagi masyarakat luas.
“Buku ini bukan sekadar teori, melainkan peta jalan. Kekuasaan bukan tujuan akhir, melainkan sarana untuk mencapai kemaslahatan bersama. Setiap kebijakan harus berakar pada keadilan, tidak melanggar etika, dan berpihak pada kepentingan rakyat,” ujarnya.
Sani menjelaskan, gagasan dalam buku tersebut berasal dari kumpulan 14 makalah yang ditulis dalam berbagai kesempatan diskusi nonformal. Materi tersebut dikembangkan dari sejumlah forum pemikiran, baik melalui pertemuan langsung di Yogyakarta maupun diskusi secara daring.
Pada awalnya, tulisan-tulisan tersebut hanya disusun dalam bentuk sederhana dan dibagikan kepada peserta diskusi. Namun, setelah melalui proses pengembangan dan penyempurnaan selama beberapa tahun, kumpulan tulisan tersebut akhirnya diterbitkan secara resmi pada 2026.
Buku yang diterbitkan Historie Media tersebut memiliki ketebalan lebih dari 300 halaman. Isinya membahas berbagai aspek filsafat politik Islam, mulai dari konsep kekuasaan, prinsip kepemimpinan, mekanisme musyawarah, hingga tanggung jawab moral dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Saat ini, buku tersebut telah tersedia melalui sejumlah toko buku dan platform digital. Sani berharap karyanya dapat menjadi bahan rujukan bagi berbagai kalangan, seperti penyelenggara negara, akademisi, mahasiswa, maupun masyarakat umum yang ingin memahami politik dari sudut pandang etika dan pelayanan publik.
Menurutnya, pemahaman mengenai politik tidak hanya berkaitan dengan perebutan kekuasaan, tetapi juga menyangkut tanggung jawab moral dalam menggunakan kewenangan yang diberikan masyarakat.
Sani berharap buku tersebut dapat memberikan kontribusi terhadap penguatan etika dalam pemerintahan serta mendorong lahirnya praktik politik yang lebih berorientasi pada kepentingan publik.
“Semoga sumbangan pemikiran dalam bentuk buku ini bisa meluruskan persepsi dan memperkuat etika dalam menjalankan amanah pemerintahan sehingga bangsa kita menjadi bangsa yang lebih besar di masa depan,” pungkasnya. (*)













