DIGITALPOS.com, Samarinda – Transformasi layanan perpustakaan menuju era digital terus mendapat perhatian dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Komisi IV DPRD Kota Samarinda yang memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan layanan perpustakaan digital yang diinisiasi Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diskarpus) Kota Samarinda.
Langkah tersebut dinilai menjadi terobosan penting dalam menghadirkan layanan publik yang lebih modern, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi. Melalui sistem perpustakaan digital, masyarakat diharapkan semakin mudah mengakses berbagai koleksi bacaan tanpa harus datang langsung ke gedung perpustakaan.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Novan Syahronny Pasie, mengatakan digitalisasi perpustakaan merupakan bentuk inovasi yang harus terus didorong. Menurutnya, pola masyarakat dalam mencari informasi telah mengalami perubahan signifikan. Kini, sebagian besar aktivitas dilakukan melalui perangkat digital, sehingga layanan perpustakaan juga harus mampu mengikuti perkembangan tersebut.
“Ke depan masyarakat tidak hanya dapat meminjam buku fisik, tetapi juga mengakses koleksi digital melalui handphone yang terhubung dengan platform perpustakaan. Ini tentu akan mempermudah masyarakat dalam memperoleh bahan bacaan,” ujar Novan, Selasa (21/7/2026).
Ia menjelaskan, kehadiran perpustakaan digital bukan sekadar menghadirkan teknologi baru, melainkan juga membuka kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat untuk memperoleh ilmu pengetahuan. Koleksi buku elektronik (e-book) maupun referensi digital dapat diakses kapan saja dan dari mana saja, sehingga masyarakat tidak lagi terkendala oleh jarak maupun keterbatasan waktu.
Menurut Novan, transformasi digital dalam layanan perpustakaan merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus memperkuat budaya literasi di Kota Samarinda. Dengan semakin mudahnya akses terhadap bahan bacaan, masyarakat diharapkan semakin terdorong untuk menjadikan membaca sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari.
“Kami mendukung penuh pengembangan layanan perpustakaan digital. Selain mengikuti perkembangan teknologi, langkah ini juga diharapkan mampu meningkatkan minat baca masyarakat yang kini banyak memanfaatkan perangkat digital dalam aktivitas sehari-hari,” katanya.
Lebih lanjut, politisi Partai Golkar itu menilai pengembangan perpustakaan digital memiliki manfaat yang jauh lebih luas dibanding sekadar menyediakan koleksi buku secara elektronik. Menurutnya, inovasi tersebut juga menjadi sarana pemerataan akses informasi bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang berada jauh dari pusat layanan perpustakaan.
Ia menyebut, masyarakat yang memiliki kesibukan tinggi maupun keterbatasan mobilitas kini tetap dapat menikmati layanan perpustakaan hanya melalui telepon pintar atau perangkat digital lainnya. Dengan demikian, literasi tidak lagi dibatasi oleh ruang dan waktu.
Novan juga menekankan bahwa upaya meningkatkan budaya membaca tidak boleh hanya difokuskan kepada kalangan pelajar dan mahasiswa. Gerakan literasi, menurutnya, harus mampu menjangkau seluruh elemen masyarakat agar manfaatnya semakin luas.
“Literasi harus menjadi gerakan bersama. Tidak hanya di lingkungan sekolah atau kampus, tetapi juga dapat dikembangkan melalui berbagai kegiatan kemasyarakatan seperti Posyandu, PKK, maupun komunitas yang ada di tingkat kecamatan dan kelurahan,” jelasnya.
Menurutnya, keberhasilan membangun budaya membaca membutuhkan sinergi dari berbagai pihak. Pemerintah daerah, lembaga pendidikan, komunitas literasi, organisasi kemasyarakatan, hingga keluarga memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang mendorong masyarakat gemar membaca.
Ia berharap pengembangan layanan perpustakaan digital dapat berjalan beriringan dengan berbagai program literasi berbasis masyarakat yang selama ini telah dijalankan. Dengan kolaborasi tersebut, budaya membaca diyakini akan semakin tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Samarinda.
“Budaya membaca harus menjadi kebutuhan semua kalangan, bukan hanya anak-anak atau pelajar. Karena itu, program literasi perlu dirancang lebih inklusif agar manfaatnya bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat,” pungkas Novan.
Dukungan DPRD terhadap pengembangan perpustakaan digital menjadi sinyal positif bagi percepatan transformasi layanan publik di bidang literasi. Melalui pemanfaatan teknologi digital yang semakin optimal, Pemerintah Kota Samarinda diharapkan mampu menghadirkan layanan perpustakaan yang lebih modern, mudah diakses, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat masa kini.
Ke depan, penguatan perpustakaan digital tidak hanya diharapkan meningkatkan angka kunjungan layanan secara virtual, tetapi juga mampu menumbuhkan budaya membaca yang berkelanjutan. Dengan akses informasi yang semakin terbuka, kualitas sumber daya manusia di Kota Samarinda pun diharapkan terus meningkat sebagai modal penting dalam menghadapi tantangan era digital. (Adv)













