Koalisi Pers Kaltim Kecam Pelabelan “Londo Ireng” terhadap Jurnalis, Presiden Prabowo Diminta Minta Maaf

Koalisi Pers Kaltim Kecam Pelabelan “Londo Ireng” terhadap Jurnalis, Presiden Prabowo Diminta Minta Maaf
Ilustrasi Pers. (Foto: Istimewa)

DIGTALPOS.com, Samarinda, 25 Juli 2026 – Koalisi Pers Kalimantan Timur mengecam pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang mengaitkan jurnalis dengan istilah “londo ireng” dalam pidatonya pada puncak peringatan Hari Lahir ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta Convention Center, 23 Juli 2026. Pelabelan tersebut dinilai merendahkan profesi jurnalis, mendelegitimasi kerja pers, serta berpotensi memperburuk iklim kebebasan pers di Indonesia.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menyebut istilah “londo ireng” untuk menggambarkan pihak-pihak yang dinilainya lebih mengabdi kepada kepentingan bangsa lain dibandingkan kepentingan Indonesia. Dalam bagian pidato yang sama, Presiden juga menyinggung wartawan, pengamat, dan LSM yang dinilainya terus menyampaikan narasi negatif mengenai Indonesia.

Koalisi Pers Kaltim menilai penyematan istilah tersebut kepada profesi jurnalis merupakan tuduhan yang tidak berdasar dan berbahaya karena dapat membangun stigma bahwa wartawan bekerja untuk kepentingan asing, bukan menjalankan fungsi jurnalistik untuk kepentingan publik.

Penggunaan label tersebut menjadi semakin mengkhawatirkan jika dikaitkan dengan situasi kebebasan pers di daerah, termasuk di Kalimantan Timur. Dalam beberapa peristiwa, jurnalis di Kaltim menghadapi pembatasan ketika menjalankan tugas peliputan di ruang publik. Salah satu yang terbaru terjadi saat peliputan aksi 214 pada 21 April 2026, ketika seorang jurnalis perempuan berinisial IM diduga mengalami intimidasi, ponselnya dirampas, dan data liputannya dihapus.

Di lokasi berbeda, tiga wartawan, yakni Andi Asho (TV One), Rama Sihotang (Kaltim Post), dan Zulkifli Nurdin (Vonis.id), juga sempat dilarang meliput situasi di luar Kantor Gubernur yang merupakan kawasan publik.

Bagi Koalisi Pers Kaltim, rangkaian peristiwa tersebut menunjukkan bahwa keselamatan dan kebebasan jurnalis dalam menjalankan tugas masih menjadi persoalan serius.

Ketua AJI Samarinda, Yuda Almerio mengatakan pernyataan Presiden harus dilihat dalam konteks ancaman yang dihadapi jurnalis di lapangan. Ketika jurnalis di daerah masih menghadapi pembatasan liputan, intimidasi, bahkan tindakan represif, pelabelan seperti ‘londo ireng’ justru dapat memperburuk situasi.

“Pernyataan semacam ini berpotensi memberikan pembenaran bagi pihak-pihak tertentu untuk memandang jurnalis sebagai kelompok yang patut dicurigai atau ditekan ketika memberitakan fakta yang tidak sesuai dengan narasi kekuasaan,” ujarnya.

Yuda Almerio menegaskan bahwa jurnalis bekerja untuk kepentingan publik dan menjalankan fungsi kontrol sosial. Jurnalis bukan londo ireng. Jurnalis bekerja berdasarkan fakta dan kode etik jurnalistik.
Jika ada pemberitaan yang dianggap keliru, tersedia mekanisme hak jawab, hak koreksi, dan penyelesaian melalui Dewan Pers. Bukan dengan memberikan stigma kepada seluruh profesi jurnalis.

“Pengalaman pembatasan liputan di Kaltim harus menjadi peringatan bahwa kebebasan pers tidak cukup hanya dijamin dalam aturan, tetapi juga harus dihormati dalam praktik, termasuk ketika jurnalis meliput isu-isu yang kritis terhadap pemerintah,” tegasnya.

Ketua PWI Kaltim, Rahman, menyayangkan pernyataan Presiden Prabowo yang mengaitkan wartawan dengan istilah “londo ireng”. Menurutnya, Prabowo merupakan presiden yang terpilih melalui proses demokratis, sehingga semestinya memahami bahwa pers merupakan bagian penting dari kehidupan demokrasi.

“Pers itu insan demokrasi. Mendiskreditkan wartawan sama saja dengan mendiskreditkan demokrasi. Kami berusaha menyampaikan informasi penting kepada masyarakat. Kalau ada pernyataan seperti itu, justru bisa menjadi motivasi bagi teman-teman wartawan untuk semakin kritis,” ujarnya.

Rahman menegaskan bahwa pers memiliki fungsi penting dalam mengawal kebijakan pemerintah dan memastikan kepentingan publik tetap menjadi perhatian. Karena itu, ia mendorong jurnalis untuk semakin memperkuat sikap kritis dan independensinya dalam menjalankan tugas.

“Kami mengawal kebijakan. Teman-teman wartawan harus diperkuat lagi sikap kritisnya. Sikap kritis itu bukan berarti menjadi bagian dari pihak yang berseberangan dengan pemerintah, tetapi menjalankan fungsi pers sebagai kontrol sosial,” katanya.

Sementara Ketua IJTI Kaltim, Priyo Puji alias Jagal, menegaskan bahwa pembatasan liputan dan intimidasi tidak boleh dianggap sebagai hal yang wajar. Jurnalis bekerja untuk memenuhi hak publik atas informasi. Ketika wartawan dibatasi, diintimidasi, atau diperlakukan represif, maka yang terdampak bukan hanya jurnalis, tetapi juga masyarakat yang kehilangan akses terhadap informasi.

“Jadi persoalan label londo ireng kepada jurnalis ini jangan dianggap remeh,” kata Jagal.

Dia menambahkan, Koalisi Pers Kaltim menilai pernyataan Presiden Prabowo berpotensi menciptakan iklim yang tidak sehat bagi kebebasan pers. Apalagi, pengalaman di Kaltim menunjukkan bahwa jurnalis masih dapat menghadapi pembatasan akses liputan, intimidasi, hingga tindakan represif ketika menjalankan tugas.

“Kritik terhadap kebijakan pemerintah merupakan bagian dari fungsi kontrol sosial pers dan tidak boleh dipandang sebagai bentuk permusuhan terhadap negara. Pers yang kritis justru dibutuhkan untuk memastikan kekuasaan berjalan secara transparan dan akuntabel,” sebutnya.

Atas dasar tersebut, Koalisi Pers Kaltim menyampaikan empat tuntutan;
1. Pertama, Presiden Prabowo Subianto harus meminta maaf secara resmi dan terbuka kepada wartawan serta masyarakat atas penggunaan istilah “londo ireng” yang dikaitkan dengan profesi jurnalis.

2. Kedua, Presiden dan seluruh jajaran pemerintah harus menghentikan segala bentuk pelabelan, stigmatisasi, intimidasi, dan narasi negatif terhadap jurnalis, media, pengamat, maupun kelompok masyarakat sipil yang menjalankan fungsi kontrol publik.

3. Ketiga, pemerintah wajib menjamin keselamatan jurnalis dan memastikan tidak ada intimidasi, kekerasan, pembatasan liputan, maupun kriminalisasi terhadap wartawan dan media akibat pemberitaan kritis.

4. Keempat, Presiden dan seluruh jajarannya harus menunjukkan kepemimpinan yang demokratis dengan menghormati kebebasan pers serta memastikan akses jurnalis terhadap informasi dan ruang publik tidak dibatasi secara sewenang-wenang.

Koalisi Pers Kaltim mengingatkan bahwa kebebasan pers merupakan bagian penting dari demokrasi. Kritik terhadap pemerintah bukanlah bentuk pengkhianatan terhadap negara, melainkan bagian dari fungsi kontrol sosial untuk memastikan kebijakan publik berjalan transparan dan berpihak kepada masyarakat. Jangan jadikan kritik sebagai musuh. Jangan jadikan jurnalis sebagai kambing hitam. Jika pemerintah menginginkan demokrasi yang sehat, maka kebebasan pers harus dihormati, bukan distigma. (*)

news-1701

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

\

sabung ayam online

sabung ayam online

SLOT MAHJONG

sabung ayam online

article 0000241

article 0000242

article 0000243

article 0000244

article 0000245

article 0000246

article 0000247

article 0000248

article 0000249

article 0000250

article 0000251

article 0000252

article 0000253

article 0000254

article 0000255

article 0000256

article 0000257

article 0000258

article 0000259

article 0000260

article 0000261

article 0000262

article 0000263

article 0000264

article 0000265

article 0000266

article 0000267

article 0000268

article 0000269

article 0000270

article 0000271

article 0000272

article 0000273

article 0000274

article 0000275

article 0000276

article 0000277

article 0000278

article 0000279

article 0000280

article 0000281

article 0000282

article 0000283

article 0000284

article 0000285

article 0000286

article 0000287

article 0000288

article 0000289

article 0000290

article 0000291

article 0000292

article 0000293

article 0000294

article 0000295

article 0000296

article 0000297

article 0000298

article 0000299

article 0000300

article 888896

article 888897

article 888898

article 888899

article 888900

article 888901

article 888902

article 888903

article 888904

article 888905

article 888906

article 888907

article 888908

article 888909

article 888910

article 888911

article 888912

article 888913

article 888914

article 888915

article 888916

article 888917

article 888918

article 888919

article 888920

article 888921

article 888922

article 888923

article 888924

article 888925

article 2990236

article 2990237

article 2990238

article 2990239

article 2990240

article 2990241

article 2990242

article 2990243

article 2990244

article 2990245

article 2990246

article 2990247

article 2990248

article 2990249

article 2990250

article 2990251

article 2990252

article 2990253

article 2990254

article 2990255

article 2990256

article 2990257

article 2990258

article 2990259

article 2990260

article 2990261

article 2990262

article 2990263

article 2990264

article 2990265

article 2990266

article 2990267

article 2990268

article 2990269

article 2990270

article 2990271

article 2990272

article 2990273

article 2990274

article 2990275

article 2990276

article 2990277

article 2990278

article 2990279

article 2990280

article 2990281

article 2990282

article 2990283

article 2990284

article 2990285

article 2990286

article 2990287

article 2990288

article 2990289

article 2990290

article 2990291

article 2990292

article 2990293

article 2990294

article 2990295

article 2990296

article 2990297

article 2990298

article 2990299

article 2990300

article 2990301

article 2990302

article 2990303

article 2990304

article 2990305

article 2990306

article 2990307

article 2990308

article 2990309

article 2990310

article 2000196

article 2000197

article 2000198

article 2000199

article 2000200

article 2000201

article 2000202

article 2000203

article 2000204

article 2000205

article 2000206

article 2000207

article 2000208

article 2000209

article 2000210

article 2000211

article 2000212

article 2000213

article 2000214

article 2000215

article 2000216

article 2000217

article 2000218

article 2000219

article 2000220

article 2000221

article 2000222

article 2000223

article 2000224

article 2000225

article 2000226

article 2000227

article 2000228

article 2000229

article 2000230

article 2000231

article 2000232

article 2000233

article 2000234

article 2000235

article 2000236

article 2000237

article 2000238

article 2000239

article 2000240

article 2000241

article 2000242

article 2000243

article 2000244

article 2000245

article 2000246

article 2000247

article 2000248

article 2000249

article 2000250

article 2000251

article 2000252

article 2000253

article 2000254

article 2000255

article 992000171

article 992000172

article 992000173

article 992000174

article 992000175

article 992000176

article 992000177

article 992000178

article 992000179

article 992000180

article 992000181

article 992000182

article 992000183

article 992000184

article 992000185

article 992000186

article 992000187

article 992000188

article 992000189

article 992000190

article 992000191

article 992000192

article 992000193

article 992000194

article 992000195

article 992000196

article 992000197

article 992000198

article 992000199

article 992000200

article 7700156

article 7700157

article 7700158

article 7700159

article 7700160

article 7700161

article 7700162

article 7700163

article 7700164

article 7700165

article 7700166

article 7700167

article 7700168

article 7700169

article 7700170

article 7700171

article 7700172

article 7700173

article 7700174

article 7700175

article 7700176

article 7700177

article 7700178

article 7700179

article 7700180

article 7700181

article 7700182

article 7700183

article 7700184

article 7700185

article 5500126

article 5500127

article 5500128

article 5500129

article 5500130

article 5500131

article 5500132

article 5500133

article 5500134

article 5500135

article 5500136

article 5500137

article 5500138

article 5500139

article 5500140

article 5500141

article 5500142

article 5500143

article 5500144

article 5500145

article 5500146

article 5500147

article 5500148

article 5500149

article 5500150

article 5500151

article 5500152

article 5500153

article 5500154

article 5500155

article 5500156

article 5500157

article 5500158

article 5500159

article 5500160

article 5500161

article 5500162

article 5500163

article 5500164

article 5500165

article 5500166

article 5500167

article 5500168

article 5500169

article 5500170

article 5500171

article 5500172

article 5500173

article 5500174

article 5500175

article 5500176

article 5500177

article 5500178

article 5500179

article 5500180

article 5500181

article 5500182

article 5500183

article 5500184

article 5500185

article 5500186

article 5500187

article 5500188

article 5500189

article 5500190

article 5500191

article 5500192

article 5500193

article 5500194

article 5500195

news-1701