DIGTALPOS.com, Samarinda – Di tengah kekhawatiran masyarakat mengenai rencana efisiensi anggaran, DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) menegaskan bahwa layanan esensial seperti pendidikan dan kesehatan tidak akan terkena dampaknya.
Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Fuad Fakhruddin, memastikan bahwa efisiensi anggaran yang saat ini dilakukan tidak berarti pemangkasan terhadap program-program vital yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat luas.
“Pemerintah pusat sudah menyampaikan secara resmi bahwa tidak ada pemotongan anggaran untuk sektor pendidikan dan kesehatan,” jelas Fuad saat dikonfirmasi pada Kamis (17/4/2025).
Menurutnya, langkah efisiensi lebih difokuskan pada pos-pos anggaran yang dinilai kurang efektif dan bersifat seremonial. Kegiatan seperti forum diskusi kelompok (FGD), seminar, dan perjalanan dinas menjadi sasaran utama penghematan.
“Yang dipangkas itu adalah kegiatan yang berulang setiap tahun dan tidak berdampak langsung pada pelayanan publik, seperti seminar, FGD, serta anggaran perjalanan dinas yang tidak terlalu mendesak,” terangnya.
Fuad juga menegaskan bahwa DPRD Kaltim menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung kebijakan efisiensi ini. Bahkan, pihaknya secara tegas telah memangkas sejumlah anggaran internal, khususnya untuk belanja perjalanan dinas.
“Kami di DPRD juga turut serta dalam efisiensi ini. Beberapa item perjalanan dinas sudah kami nolkan. Jumlahnya pun tidak sedikit, mencapai puluhan miliar rupiah,” ungkapnya.
Langkah ini, kata Fuad, adalah bentuk solidaritas terhadap kondisi keuangan negara serta upaya menjaga agar anggaran tetap berpihak pada kebutuhan masyarakat, terutama dalam dua sektor prioritas yakni pendidikan dan kesehatan.
Dengan adanya penegasan ini, DPRD Kaltim berharap masyarakat tidak lagi merasa cemas dan tetap percaya bahwa pelayanan publik di bidang yang paling mendasar akan terus berjalan secara optimal. (Adv)













