DIGTALPOS.com – Timnas Portugal mengirimkan pesan tegas kepada para rivalnya di Piala Dunia 2026. Selecao das Quinas tampil luar biasa saat menghancurkan Uzbekistan dengan skor telak 5-0 dalam lanjutan Grup K yang berlangsung di Houston Stadium, Amerika Serikat, Selasa (23/6/2026) waktu setempat.
Kemenangan meyakinkan tersebut bukan hanya mengantarkan Portugal menjaga peluang besar lolos ke fase gugur, tetapi juga menjadi malam bersejarah bagi sang kapten, Cristiano Ronaldo. Di usia 41 tahun, megabintang asal Portugal itu kembali membuktikan dirinya belum habis dengan mencetak dua gol sekaligus mengukir rekor yang belum pernah dicapai pemain mana pun dalam sejarah sepak bola dunia.
Sejak peluit awal dibunyikan, Portugal langsung mengambil inisiatif serangan. Tim asuhan Roberto Martinez tampil dominan dengan penguasaan bola yang tinggi dan terus menekan lini pertahanan Uzbekistan yang tampak kesulitan mengimbangi tempo permainan lawan.
Baru enam menit pertandingan berjalan, Cristiano Ronaldo membuka keunggulan Portugal. Memanfaatkan umpan terukur dari lini tengah, Ronaldo dengan tenang menaklukkan penjaga gawang Uzbekistan dan mengubah skor menjadi 1-0.
Gol tersebut memiliki makna yang jauh lebih besar dari sekadar membuka keunggulan. Ronaldo resmi menjadi pemain pertama dalam sejarah yang mampu mencetak gol di enam edisi Piala Dunia berbeda, sebuah pencapaian yang semakin memperkokoh statusnya sebagai salah satu pesepak bola terbaik sepanjang masa.
Unggul cepat membuat Portugal semakin percaya diri. Serangan demi serangan terus mengalir ke jantung pertahanan Uzbekistan yang dipaksa bermain lebih bertahan. Hasilnya, pada menit ke-17, Nuno Mendes berhasil menggandakan keunggulan melalui tendangan bebas spektakuler yang meluncur deras ke sudut gawang tanpa mampu dihentikan kiper lawan.
Memasuki pertengahan babak pertama, Portugal semakin nyaman mengontrol jalannya pertandingan. Bruno Fernandes, Bernardo Silva, dan Vitinha bergantian mengatur ritme permainan dari lini tengah, sementara Uzbekistan lebih banyak bertahan dan mengandalkan serangan balik yang jarang membahayakan.
Menjelang turun minum, Ronaldo kembali menunjukkan naluri tajamnya sebagai predator kotak penalti. Pada menit ke-39, ia sukses mencetak gol keduanya setelah memanfaatkan kemelut di depan gawang Uzbekistan. Brace tersebut membuat Portugal menutup babak pertama dengan keunggulan meyakinkan 3-0.
Dua gol yang dicetak Ronaldo sekaligus mengakhiri penantian panjangnya untuk kembali mencetak gol di turnamen besar internasional. Meski usianya sudah memasuki kepala empat, mantan bintang Manchester United, Real Madrid, dan Juventus itu tetap menjadi figur sentral yang mampu menginspirasi rekan-rekannya di lapangan.
Memasuki babak kedua, Portugal tidak menurunkan intensitas permainan. Sebaliknya, mereka terus menekan untuk memperbesar keunggulan. Uzbekistan yang berusaha keluar menyerang justru kembali mendapat pukulan pada menit ke-60.
Berawal dari situasi yang membingungkan di depan gawang, bola justru masuk ke gawang sendiri setelah terjadi kesalahan yang melibatkan kiper Abduvohid Nematov. Gol bunuh diri tersebut membuat Portugal semakin menjauh dengan skor 4-0.
Uzbekistan sempat memberikan sedikit harapan ketika berhasil membobol gawang Portugal melalui sebuah serangan balik cepat. Namun setelah dilakukan pemeriksaan Video Assistant Referee (VAR), gol tersebut dianulir karena terdapat pelanggaran dalam proses terjadinya gol.
Keputusan itu semakin memupus semangat Uzbekistan yang sejak awal pertandingan kesulitan keluar dari tekanan Portugal. Sementara itu, Portugal terus mencari tambahan gol untuk menyempurnakan kemenangan mereka.
Pesta gol akhirnya ditutup pada menit ke-87. Kali ini Ronaldo berperan sebagai kreator. Umpan matang yang ia kirim berhasil dimaksimalkan dengan sempurna oleh Rafael Leao. Penyerang AC Milan itu melepaskan penyelesaian klinis yang membuat skor berubah menjadi 5-0 sekaligus memastikan kemenangan besar Portugal.
Usai pertandingan, Cristiano Ronaldo mengaku puas dengan performa timnya. Menurutnya, Portugal menunjukkan respons positif setelah sebelumnya hanya bermain imbang 1-1 melawan DR Kongo pada laga pembuka Grup K.
“Kami bermain lebih baik, lebih efektif, dan mampu memanfaatkan peluang yang kami ciptakan. Ini kemenangan penting untuk menjaga peluang kami di turnamen,” ungkap Ronaldo.
Pelatih Roberto Martinez juga memberikan apresiasi tinggi kepada anak asuhnya. Ia menilai Portugal tampil jauh lebih matang, disiplin, dan efisien dibandingkan laga sebelumnya.
“Kami memperlihatkan karakter yang kuat. Para pemain bermain dengan fokus sejak menit pertama dan mampu menjalankan rencana pertandingan dengan sangat baik,” kata Martinez.
Berkat kemenangan ini, Portugal kini mengoleksi empat poin dan menempati posisi yang sangat baik dalam persaingan Grup K. Mereka hanya membutuhkan hasil positif pada pertandingan terakhir untuk memastikan tiket ke babak 32 besar.
Pada laga penentuan nanti, Portugal akan menghadapi Kolombia dalam duel yang diprediksi berlangsung sengit dan berpotensi menentukan status juara grup. Sementara itu, Uzbekistan berada di ujung tanduk setelah menelan dua kekalahan beruntun. Mereka wajib meraih kemenangan atas DR Kongo pada pertandingan terakhir jika masih ingin menjaga peluang bertahan di Piala Dunia 2026.
Dengan performa impresif yang diperlihatkan saat menghadapi Uzbekistan, Portugal semakin menunjukkan bahwa mereka bukan sekadar peserta, melainkan salah satu kandidat serius untuk mengangkat trofi Piala Dunia 2026. Dan di tengah perjalanan itu, Cristiano Ronaldo sekali lagi membuktikan bahwa usia hanyalah angka bagi seorang legenda.













