DIGTALPOS.com, Kutai Kartanegara – Meski mengalami pemangkasan anggaran yang cukup besar, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menegaskan komitmennya untuk tetap melanjutkan pembangunan Jembatan Sebulu tahap dua.
Proyek infrastruktur vital ini dipandang sebagai kunci penghubung strategis yang sangat dibutuhkan warga di wilayah Sebulu dan sekitarnya.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU Kukar, Linda Juniarti, mengungkapkan bahwa meskipun dana proyek yang semula dianggarkan sebesar Rp300 miliar kini dipangkas menjadi Rp130 miliar, pelaksanaan pembangunan tetap menjadi prioritas. Pemangkasan anggaran terjadi sebagai bagian dari upaya efisiensi belanja daerah.
“Efisiensi anggaran ini memang berdampak, namun pembangunan jembatan tetap kami lanjutkan, karena ini sangat krusial bagi konektivitas wilayah,” ujar Linda, belum lama ini.
Pembangunan Jembatan Sebulu tahap dua sejatinya ditargetkan selesai dalam kurun waktu dua tahun. Namun, pemotongan anggaran serta kendala dalam proses lelang membuat target tersebut tak bisa tercapai dalam tahun ini.
Menurut Linda, proses lelang saat ini sudah memasuki tahap kedua, setelah pada lelang sebelumnya tidak ditemukan pemenang yang memenuhi kriteria teknis dan administratif.
“Jembatan Sebulu ini memang mengalami pergantian kontraktor. Sekarang kita sudah masuk masa lelang kedua. Harapan kami bisa selesai pada 2025, tapi kalau tidak memungkinkan, pengerjaan akan berlanjut hingga 2026,” jelasnya.
Meski dihadapkan pada berbagai kendala, Linda memastikan bahwa pelaksanaan proyek akan terus mengedepankan prinsip inovasi dan efisiensi tanpa mengorbankan kualitas.
Ia menyebutkan bahwa pembangunan jembatan akan dilakukan secara bertahap, bersamaan dengan pengerjaan paket-paket pekerjaan lainnya yang menjadi tanggung jawab Bidang Bina Marga.
“Pembangunan ini tetap dikerjakan, secara bertahap, sembari mengerjakan beberapa paket pekerjaan dari Bina Marga dan pastinya memastikan manfaat jangka panjang tetap maksimal,” pungkasnya.(Adv)













