DIGTALPOS.com, Samarida – Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, Darlis Pattalongi, menyoroti pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler di sekolah-sekolah yang dinilai berpotensi menjadi celah terjadinya perundungan (bullying) terhadap siswa.
Ia menekankan pentingnya penyelenggaraan kegiatan ekstrakurikuler yang disesuaikan dengan kemampuan siswa, baik secara fisik maupun finansial.
“Sudah ada kebijakan yang mengatur agar sekolah tidak membuat aturan atau program yang menyulitkan siswa. Kami minta kegiatan ekstrakurikuler disesuaikan dengan kondisi siswa, tanpa membebani,” ujarnya, Senin (26/5/2025).
Menurut Darlis, dana BOSNAS dan BOSDA semestinya dapat digunakan untuk mendukung kegiatan ekstrakurikuler agar tidak menambah beban keuangan orang tua.
Ia mengingatkan agar pihak sekolah tidak memaksakan penyelenggaraan kegiatan yang berbiaya tinggi dan berpotensi menimbulkan tekanan sosial, khususnya bagi siswa dari keluarga kurang mampu.
“Jika sekolah menyelenggarakan kegiatan ekstrakurikuler yang mahal, siswa yang kurang mampu bisa merasa tertekan untuk ikut demi tidak tertinggal dari teman-temannya. Ini menciptakan ketimpangan,” jelasnya.
Ia mencontohkan kegiatan ekstrakurikuler yang memerlukan seragam khusus, perlengkapan tambahan, atau bahkan riasan (make-up), yang dapat menjadi beban biaya signifikan bagi sebagian keluarga.
“Hal-hal seperti ini bisa membuka ruang perundungan terhadap siswa yang tidak mampu ikut serta karena alasan ekonomi,” tegasnya.
Lebih lanjut, Darlis menyebut bahwa kegiatan ekstrakurikuler memang penting untuk mendukung perkembangan siswa di luar aspek akademik. Namun, sekolah juga dituntut untuk merancang program yang inklusif dan tidak menjadi sumber masalah baru. (Adv)













