DIGITALPOS.com, Samarinda — Di tengah semangat memperkuat demokrasi yang sehat dan bermartabat, praktik politik uang masih menjadi bayang-bayang kelam yang mengancam kualitas pemilu di Benua Etam. Hal ini menjadi sorotan tajam dari Darlis Pattalongi, Sekretaris Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, dalam pernyataannya pada Jumat (23/5/2025).
Darlis mengkritisi pola pikir masyarakat yang masih terbiasa dengan politik transaksional, di mana pemilih cenderung lebih memprioritaskan imbalan materi daripada visi dan program calon yang akan mereka pilih. Menurutnya, fenomena ini tidak hanya merusak integritas pemilu, tetapi juga mengancam hubungan ideal antara pejabat publik dan rakyat yang seharusnya dilandasi oleh kepercayaan serta komitmen bersama untuk membangun daerah.
“Kalau seseorang terpilih karena uang, maka secara logika sehat, dia tidak merasa punya kewajiban moral kepada publik. Justru ia merasa berutang pada pemberi modal. Ini sangat berbahaya,” tegas Darlis.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa demokrasi transaksional ini justru akan menghasilkan pejabat publik yang lemah secara kedekatan emosional dengan rakyat. Dalam situasi seperti ini, para pejabat cenderung lebih fokus pada membalas jasa kepada pihak-pihak yang mendukung secara finansial ketimbang memperjuangkan kepentingan masyarakat luas.
“Kalau hasil pemilunya tidak sehat, ya kita jangan kaget kalau yang terpilih juga tidak punya kepedulian pada masyarakat. Kita harus jujur menilai: siapa yang dipilih, bagaimana cara mereka terpilih, dan kenapa. Ini penting untuk menjadi evaluasi bersama,” sambungnya.
Darlis juga menegaskan bahwa evaluasi terhadap praktik demokrasi di Indonesia, khususnya di Kaltim, tidak boleh hanya terfokus pada kinerja pejabat publik semata. Namun, menurutnya, sistem pemilu dan perilaku pemilih itu sendiri juga harus menjadi perhatian.
“Kita tidak bisa berharap hasilnya bersih kalau prosesnya kotor. Perubahan harus dimulai dari kesadaran kolektif, baik dari pihak penyelenggara, peserta pemilu, maupun masyarakat sebagai pemilih,” tutupnya. (Adv)













