DIGTALPOS.com, Bontang – Proses pengisian kursi Wakil Ketua di DPRD Bontang hingga kini masih belum menemui titik terang. Posisi strategis tersebut masih menunggu keputusan resmi dari PDI Perjuangan sebagai partai pengusung.
Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam, menjelaskan bahwa saat ini proses penentuan calon Wakil Ketua masih berjalan di internal partai. PDIP, kata dia, tengah melakukan tahapan penting berupa fit and proper test guna menjaring figur yang dianggap paling layak mengisi jabatan tersebut.
“Kalau yang sifatnya pergantian Wakil Ketua, ini masih berproses di internal PDI. Mereka sedang melakukan fit and proper test,” ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (2/5/2026).
Ia menegaskan, DPRD tidak memiliki kewenangan dalam menentukan siapa yang akan mengisi posisi tersebut. Seluruh proses seleksi sepenuhnya berada di tangan partai, sesuai mekanisme dan aturan internal yang berlaku di PDIP.

Menurut Andi Faizal, DPRD hanya berperan sebagai pihak yang akan menindaklanjuti secara administratif setelah menerima usulan resmi dari partai. Ia memastikan, begitu surat keputusan diserahkan, DPRD akan langsung memproses tanpa penundaan.
“Biasanya kalau sudah ada suratnya, kita langsung proses sesuai mekanisme yang ada,” jelasnya.
Hingga saat ini, lanjutnya, belum ada dokumen resmi yang masuk ke DPRD terkait pengisian jabatan Wakil Ketua tersebut. Hal ini menandakan bahwa proses di internal PDIP masih terus berjalan dan belum mencapai tahap finalisasi.
“Belum ada usulan yang masuk. Masih berproses mereka,” tambahnya.
Terkait batas waktu, Andi Faizal menegaskan bahwa tidak ada tenggat khusus yang ditetapkan untuk proses tersebut. Pasalnya, hal itu sepenuhnya merupakan kewenangan internal partai politik.
“Tak ada batas waktu, karena ini ranah internal partai. Tapi kalau sudah ada suratnya, tentu akan segera kita tindak lanjuti,” tegasnya.
Kendati begitu, DPRD Bontang memastikan kesiapan penuh untuk mempercepat proses administrasi setelah dokumen resmi diterima. Langkah ini dinilai penting agar kekosongan jabatan pimpinan dewan tidak berlangsung terlalu lama dan tidak mengganggu jalannya fungsi legislasi maupun pengawasan.
Kekosongan kursi Wakil Ketua DPRD sendiri menjadi perhatian publik, mengingat posisi tersebut memiliki peran strategis dalam mendukung kinerja pimpinan dewan. Oleh karena itu, masyarakat kini menantikan keputusan final dari PDIP terkait sosok yang akan mengisi jabatan tersebut dalam waktu dekat.
Dengan proses yang masih bergulir, dinamika politik di internal partai pun menjadi sorotan, terutama terkait siapa figur yang dinilai paling mampu mengemban tanggung jawab sebagai Wakil Ketua DPRD Bontang ke depan. (Adv)













