DIGTALPOS.com, Bontang – Kekhawatiran terhadap pergaulan remaja di Kota Bontang kembali mencuat. Wakil Ketua Komisi A DPRD Kota Bontang, Ubayya Bengawan, mendesak aparat untuk meningkatkan patroli malam setelah ditemukannya sejumlah remaja tingkat SMP yang mengonsumsi minuman oplosan di Bontang Selatan.
Dalam rapat gabungan DPRD terungkap, belum lama ini aparat mendapati sekelompok remaja masih berkeliaran hingga larut malam, bahkan sebagian di antaranya diduga tengah mengonsumsi minuman keras oplosan di lokasi yang kerap dijadikan tempat berkumpul.
Ubayya menilai, kondisi ini menjadi alarm serius bagi semua pihak, khususnya aparat penegak perda. Ia menegaskan bahwa pengawasan di lapangan harus diperketat, terutama di titik-titik rawan yang sering menjadi lokasi nongkrong anak-anak di luar jam wajar.
“Perlu patroli yang lebih intens, khususnya oleh Satpol PP, agar aktivitas remaja di malam hari bisa terkontrol dan tidak mengarah pada hal-hal negatif,” ucap Ubayy, Senin (4/5/2026).
Kendati begitu, ia mengingatkan bahwa upaya pencegahan tidak bisa hanya mengandalkan aparat semata. Menurutnya, peran orang tua tetap menjadi benteng utama dalam mengawasi dan membimbing anak-anak agar tidak terjerumus dalam pergaulan bebas.
“Semua dimulai dari rumah. Percuma patroli diperketat kalau orang tua tidak mengawasi anaknya,” ujarnya.

Ia pun mendorong para orang tua untuk lebih disiplin dalam mengontrol aktivitas anak, mulai dari memastikan tujuan saat keluar rumah, membatasi jam malam, hingga mengawasi penggunaan gadget yang dinilai turut memengaruhi pola pergaulan remaja saat ini.
Tak hanya itu, Ubayya juga mengajak masyarakat untuk kembali menghidupkan aturan wajib belajar pukul 19.00 hingga 21.00 Wita di lingkungan masing-masing. Menurutnya, kebiasaan positif seperti ini dapat menjadi salah satu cara efektif untuk menekan aktivitas anak di luar rumah pada malam hari.
“Orang tua juga perlu aktif memantau anaknya. Kalau mau keluar rumah, harus jelas tujuannya ke mana dan untuk apa,” tambahnya.
Sementara itu, hasil patroli gabungan yang melibatkan unsur FKPM, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta aparat kelurahan menunjukkan bahwa masih banyak remaja yang berada di luar rumah melewati pukul 22.00 Wita. Kondisi ini dinilai rawan karena membuka peluang terjadinya berbagai perilaku menyimpang.
Petugas bahkan menemukan sejumlah barang bukti berupa minuman kemasan yang dicampur dengan sirup obat batuk dan alkohol, serta beberapa botol minuman keras di lokasi. Temuan ini memperkuat dugaan adanya praktik konsumsi miras oplosan di kalangan remaja.
Lurah Tanjung Laut, Andriani Kasim, mengaku sangat prihatin atas kondisi tersebut. Ia menilai kebiasaan tersebut tidak hanya membahayakan kesehatan, tetapi juga berpotensi menjadi pintu masuk bagi perilaku negatif lainnya.
“Ini sangat berbahaya. Selain berdampak pada kesehatan, juga bisa menjadi pintu masuk ke penyalahgunaan zat dan tindakan negatif lain,” jelasnya.
Pemerintah kelurahan pun berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan aparat terkait serta melibatkan masyarakat dalam meningkatkan pengawasan lingkungan. Diharapkan, sinergi antara pemerintah, aparat, dan orang tua dapat menekan perilaku berisiko di kalangan remaja serta menciptakan lingkungan yang lebih aman dan kondusif di Kota Bontang. (Adv)













