DIGTALPOS.com – Kejutan datang dari daftar pemanggilan pemusatan latihan (TC) perdana Timnas Indonesia jelang Piala AFF 2026. Nama bek andalan Rizky Ridho mendadak tidak tercantum dalam daftar pemain yang dipanggil, memicu spekulasi luas di kalangan pendukung Skuad Garuda.
Padahal, pemain bertahan milik Persija Jakarta tersebut selama ini dikenal sebagai salah satu sosok kunci di lini belakang timnas. Dengan catatan 47 caps, Ridho nyaris selalu menjadi pilihan utama dalam berbagai laga penting, baik di era Shin Tae-yong maupun di bawah kepemimpinan pelatih anyar John Herdman.
Dalam surat resmi PSSI bernomor 1804/AGB/309/IV-2026 yang beredar luas di media sosial, disebutkan empat pemain Persija dipanggil untuk mengikuti TC pada 26–30 Mei 2026 di Jakarta. Namun, absennya nama Ridho justru menjadi sorotan utama. Hingga kini, pihak PSSI maupun Persija belum memberikan keterangan resmi terkait keputusan tersebut.
Situasi ini pun memunculkan berbagai dugaan. Alih-alih menjadi pertanda buruk, sejumlah pengamat menilai absennya Ridho justru bagian dari strategi besar yang tengah disusun Herdman.
Salah satu kemungkinan yang mencuat adalah rencana pembentukan dua skuad berbeda. Herdman diyakini tengah menyiapkan tim untuk dua agenda sekaligus, yakni FIFA Matchday Juni 2026 dan Piala AFF 2026. Dalam skema ini, pemain-pemain berpengalaman seperti Ridho kemungkinan besar diplot untuk tampil di ajang yang lebih bergengsi dan masuk kalender resmi FIFA, sehingga tidak diikutsertakan dalam TC awal AFF.
Selain itu, status Piala AFF yang tidak masuk kalender resmi FIFA turut memengaruhi komposisi tim. Kondisi ini membuat sejumlah pemain diaspora yang merumput di Eropa berpotensi absen karena klub tidak memiliki kewajiban melepas mereka. Nama-nama seperti Emil Audero, Jay Idzes, hingga Calvin Verdonk kemungkinan tidak bisa bergabung.
Di tengah keterbatasan tersebut, peluang bagi pemain lokal pun terbuka lebar. Herdman disebut ingin memanfaatkan momentum ini untuk memberi ruang kepada talenta baru. Beberapa nama seperti Eksel Runtukahu, Komang Teguh, Muhammad Ferarri, hingga Kakang Rudianto berpeluang unjuk kemampuan dan membuktikan diri di level timnas senior.
Di sisi lain, ada pula pandangan yang menyebut absennya Ridho justru karena posisinya sudah “aman” di skuad inti. TC yang digelar akhir Mei ini dinilai lebih sebagai ajang seleksi bagi pemain yang masih bersaing memperebutkan tempat di skuad final. Dengan rekam jejak dan konsistensinya, Ridho dianggap tidak perlu lagi mengikuti tahap tersebut dan akan langsung dipanggil saat daftar final diumumkan.
Jika benar demikian, maka ketidakhadiran Ridho bukanlah sinyal negatif, melainkan bagian dari strategi rotasi dan pembangunan kedalaman skuad. Herdman tampaknya ingin memastikan Timnas Indonesia tidak hanya bergantung pada satu atau dua pemain, tetapi memiliki banyak opsi berkualitas di setiap lini.
Kini, publik hanya bisa menunggu kepastian dari PSSI dan tim pelatih. Apakah absennya Rizky Ridho merupakan bagian dari rencana besar, atau justru menyimpan cerita lain di balik layar? Yang jelas, dinamika ini menambah warna sekaligus rasa penasaran menjelang perjalanan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026. (*)













