DIGTALPOS.com, Bontang – Upaya memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan produksi pangan lokal terus digalakkan oleh Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Kota Bontang. Salah satu langkah strategis yang kini tengah disiapkan adalah peluncuran Gerakan 1.000 Kolam, sebuah program berbasis komunitas yang menyasar langsung lingkungan rukun tetangga (RT).
Program ini dirancang sebagai solusi konkret dalam mengoptimalkan potensi sektor perikanan di tingkat akar rumput. Kepala DKP3, Ahmad Aznem, menjelaskan bahwa RT dipilih sebagai fokus utama karena dinilai sebagai unit sosial terkecil yang paling efektif dalam mendorong partisipasi masyarakat secara kolektif.
“Pendekatan berbasis RT ini memungkinkan pengelolaan yang lebih terorganisir, sekaligus memperkuat rasa tanggung jawab bersama dalam mengembangkan budidaya perikanan,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).
Dalam skema yang disusun, setiap RT ditargetkan memiliki minimal dua kolam ikan. Target tersebut dinilai realistis, mengingat potensi lahan yang masih tersedia di sejumlah wilayah serta tingginya minat masyarakat terhadap kegiatan produktif berbasis rumah tangga. Dengan dukungan pendampingan teknis dan keterlibatan aktif warga, program ini diyakini dapat berkembang secara berkelanjutan.
Lebih dari sekadar meningkatkan produksi ikan, Gerakan 1.000 Kolam juga memiliki tujuan jangka panjang dalam memperbaiki pola konsumsi masyarakat. Ketersediaan ikan yang lebih mudah diakses diharapkan mampu meningkatkan asupan protein keluarga, sekaligus mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar daerah.
Tak hanya itu, hasil budidaya yang dihasilkan warga juga berpotensi menjadi sumber pendapatan tambahan. Dengan sistem pengelolaan yang baik, kolam-kolam ikan di tingkat RT dapat berkembang menjadi unit ekonomi kecil yang menopang kesejahteraan masyarakat.
Untuk memastikan keberhasilan program, DKP3 akan melibatkan kelompok perikanan yang telah lebih dulu terbentuk. Kelompok ini akan berperan sebagai ujung tombak dalam pelaksanaan di lapangan, mulai dari proses persiapan kolam hingga pendampingan teknis kepada warga.
“Kelompok yang sudah ada akan kita optimalkan. Mereka punya pengalaman dan bisa menjadi motor penggerak di masing-masing wilayah,” tambah Ahmad Aznem.
Selain itu, DKP3 juga menyiapkan berbagai pelatihan teknis, mulai dari teknik budidaya ikan yang efisien, manajemen pakan, hingga pengendalian kualitas air. Langkah ini penting agar masyarakat tidak hanya sekadar memiliki kolam, tetapi juga mampu mengelolanya secara mandiri dan produktif.
Monitoring dan evaluasi akan dilakukan secara berkala guna memastikan program berjalan sesuai target. Setiap perkembangan di tingkat RT akan menjadi bahan evaluasi untuk penyempurnaan program ke depan.
Melalui Gerakan 1.000 Kolam, DKP3 berharap sektor perikanan dapat menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat Bontang. Dengan demikian, program ini tidak hanya bersifat sementara, tetapi mampu menciptakan dampak ekonomi dan sosial yang berkelanjutan.
“Perikanan harus menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, bukan sekadar program sesaat. Ini gerakan bersama untuk masa depan,” pungkasnya. (Adv)













