DIGTALPOS.com, Bontang – Upaya menjaga stabilitas harga pangan terus diperkuat oleh Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Bontang. Melalui monitoring yang dilakukan secara intensif dan berkelanjutan, pemerintah daerah berupaya memastikan ketersediaan dan keterjangkauan bahan pangan bagi masyarakat tetap terjaga.
Kepala DKP3, Ahmad Aznem, menegaskan bahwa pemantauan harga pangan kini dilakukan setiap hari tanpa terkecuali, termasuk pada akhir pekan dan hari libur. Langkah ini diambil untuk memperoleh data yang benar-benar mencerminkan kondisi riil di lapangan.
“Pemantauan kami lakukan setiap hari supaya bisa mengetahui secara langsung perkembangan harga di masyarakat. Dengan begitu, data yang kami miliki lebih akurat dan bisa dijadikan dasar kebijakan,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).
Menurutnya, data yang terkumpul tidak hanya sekadar dicatat, tetapi juga dianalisis secara mendalam untuk melihat tren pergerakan harga berbagai komoditas. Hasil analisis tersebut menjadi pijakan penting bagi pemerintah dalam menentukan langkah strategis, terutama dalam mengantisipasi potensi lonjakan harga yang dapat memicu inflasi daerah.
Selain memperkuat sistem monitoring, DKP3 juga menggandeng Perum Bulog guna memastikan ketersediaan stok pangan tetap aman. Sinergi ini dinilai krusial, terutama dalam menjaga pasokan komoditas utama seperti beras, gula, dan minyak goreng agar tidak mengalami kelangkaan di pasaran.
“Kerja sama dengan Bulog menjadi salah satu langkah konkret kami dalam menjaga ketersediaan stok. Dengan stok yang aman, gejolak harga bisa lebih mudah dikendalikan,” jelasnya.
Proses monitoring sendiri dilakukan secara sistematis dan terstruktur. Setiap hasil pemantauan disusun dalam laporan berkala yang kemudian digunakan sebagai bahan evaluasi serta koordinasi lintas sektor. Hal ini menunjukkan bahwa pengendalian harga pangan bukanlah pekerjaan satu pihak semata, melainkan membutuhkan kolaborasi berbagai instansi.
Ahmad Aznem menambahkan, integrasi program antar sektor menjadi kunci utama dalam memperkuat ketahanan pangan daerah. Mulai dari distribusi, produksi, hingga pengawasan harga harus berjalan selaras dalam satu sistem yang terkoordinasi.
“Pengendalian inflasi tidak bisa dilakukan sendiri. Perlu keterlibatan semua pihak agar upaya yang dilakukan lebih efektif dan tepat sasaran,” tegasnya.
Ia pun optimistis, dengan pengawasan yang konsisten serta sinergi antar lembaga, stabilitas harga pangan di Kota Bontang dapat terus terjaga. Pada akhirnya, kondisi tersebut akan berdampak langsung terhadap kestabilan ekonomi masyarakat.
“Kalau pangan aman, maka ekonomi masyarakat juga akan lebih stabil dan terkendali,” pungkasnya. (Adv)













