DIGITALPOS.com, Bontang – Upaya meningkatkan kualitas gizi masyarakat terus digencarkan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Bontang. Salah satu langkah strategis yang kini mulai dikembangkan adalah program peternakan skala rumah tangga, yang dinilai mampu menjadi solusi berkelanjutan bagi kebutuhan pangan sekaligus peningkatan kesejahteraan warga.
Program ini tidak sekadar mendorong masyarakat untuk beternak, tetapi juga dirancang sebagai bagian dari strategi besar ketahanan pangan daerah. Dengan memanfaatkan lahan terbatas di lingkungan rumah, warga diharapkan mampu memenuhi kebutuhan protein secara mandiri, khususnya dari hasil ternak.
Kepala DKP3 Bontang, Ahmad Aznem, menjelaskan bahwa pelaksanaan program tidak dilakukan secara seragam di seluruh wilayah. Pihaknya akan melakukan pemetaan terlebih dahulu untuk menentukan lokasi yang dinilai paling sesuai, baik dari segi lingkungan maupun kesiapan masyarakat.
“Setiap wilayah memiliki karakteristik berbeda, jadi kita tidak bisa samakan. Kita pilih yang paling memungkinkan untuk dikembangkan,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).
Dalam tahap awal, budidaya ayam petelur menjadi fokus utama. Selain relatif mudah dijalankan oleh masyarakat, komoditas ini juga memiliki nilai manfaat tinggi karena telur merupakan sumber protein hewani yang terjangkau dan dibutuhkan setiap hari.
Lebih dari sekadar memenuhi kebutuhan gizi, program ini juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Hasil ternak yang berlebih dapat dijual, sehingga mampu menambah pendapatan keluarga dan memperkuat ekonomi rumah tangga.
DKP3 memastikan program ini tidak berjalan setengah jalan. Pendampingan akan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan, mulai dari tahap persiapan, pemeliharaan, hingga pemasaran hasil ternak. Hal ini dilakukan agar masyarakat benar-benar mampu mandiri dan program dapat bertahan dalam jangka panjang.
“Kita tidak ingin ini hanya jadi program sesaat. Harus ada pendampingan agar masyarakat bisa terus menjalankan dan merasakan manfaatnya,” tegas Ahmad Aznem.
Sebagai upaya memperkuat efektivitas, program ini juga akan diintegrasikan dengan berbagai inisiatif lain. Salah satunya adalah pemanfaatan limbah rumah tangga sebagai pakan alternatif ternak, yang tidak hanya menekan biaya produksi tetapi juga membantu mengurangi limbah domestik.
Dengan konsep yang terintegrasi, program peternakan rumah tangga ini diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang dalam pemenuhan gizi masyarakat, terutama bagi keluarga dengan keterbatasan akses terhadap pangan bergizi.
Ahmad Aznem optimistis, jika kebutuhan gizi masyarakat dapat terpenuhi dengan baik, maka dampaknya akan terasa luas, mulai dari peningkatan kesehatan hingga kualitas sumber daya manusia di masa depan.
“Kalau gizi terpenuhi, kualitas hidup masyarakat juga akan meningkat secara keseluruhan,” pungkasnya. (Adv)













