DIGITALPOS.com, Bontang – Perombakan struktur pejabat di Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3) Kota Bontang tak sekadar menjadi rutinitas birokrasi tahunan. Di balik rotasi tersebut, tersimpan langkah strategis untuk mempercepat kinerja organisasi sekaligus menjawab tantangan sektor pangan, perikanan, dan pertanian yang semakin dinamis.
Kepala DKP3 Bontang, Ahmad Aznem, menegaskan bahwa penyusunan komposisi pejabat baru telah melalui proses seleksi yang matang. Pertimbangan tidak hanya berfokus pada aspek administratif, tetapi juga mencakup kompetensi, pengalaman, hingga kebutuhan riil di lapangan.
“Ini bukan sekadar rotasi biasa. Pimpinan melihat secara menyeluruh siapa yang paling tepat mengisi posisi tertentu agar program berjalan lebih efektif,” ujarnya usai kegiatan Serah Terima Jabatan (Sertijab), Jumat (24/4/2026).
Perubahan tersebut menyasar sejumlah posisi strategis yang selama ini menjadi penggerak utama program-program DKP3. Debora Kristiani kini dipercaya mengemban tugas sebagai Sekretaris DKP3, menggantikan Syahrul yang dimutasi ke Dinas Ketenagakerjaan. Posisi ini dinilai krusial karena berperan dalam mengatur ritme administrasi sekaligus memperkuat koordinasi internal organisasi.
Tak hanya itu, rotasi juga dilakukan pada sektor teknis yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Fadli dipindahkan dari bidang perikanan ke bidang pertanian. Langkah ini dinilai sebagai upaya memperkuat sinergi lintas sektor, terutama dalam mendukung program integratif yang tengah dikembangkan pemerintah daerah.
Di sisi lain, Syawaluddin mendapatkan promosi sebagai Kepala Bidang Ketahanan Pangan. Jabatan ini memiliki peran vital dalam menjaga stabilitas harga serta memastikan ketersediaan bahan pokok di tengah fluktuasi pasar. Sementara itu, Syamsu Wardi kini mengisi posisi di bidang perikanan, dan drh. Riyono dipercaya memimpin bidang peternakan.
Aznem menilai, komposisi baru ini bukan hanya soal penempatan jabatan, melainkan bagian dari upaya membangun tim kerja yang solid, adaptif, dan saling melengkapi. Ia optimistis para pejabat yang ditunjuk memiliki kesiapan untuk langsung bekerja tanpa membutuhkan waktu adaptasi yang panjang.
“Komposisinya sangat kuat. Semua sudah memahami tugas dan tantangan di bidangnya masing-masing, sehingga bisa langsung bergerak,” tambahnya.
Dengan formasi baru ini, DKP3 Bontang menargetkan percepatan realisasi berbagai program yang telah dirancang. Tidak hanya melanjutkan program yang sudah berjalan, tetapi juga melakukan penguatan serta menghadirkan inovasi agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.
Penguatan koordinasi lintas bidang juga menjadi fokus utama. DKP3 ingin menghilangkan sekat-sekat birokrasi yang selama ini berpotensi menghambat efektivitas kerja. Pendekatan kolaboratif diyakini menjadi kunci dalam menghadapi kompleksitas persoalan di sektor pangan, perikanan, dan pertanian.
“Ke depan, tidak boleh ada lagi sekat antarbidang. Semua harus bergerak bersama untuk mencapai hasil yang maksimal,” tegasnya.
Dengan semangat baru dan tim yang telah diperkuat, DKP3 Bontang optimistis mampu berlari lebih cepat dalam merealisasikan program-program prioritas. Harapannya, setiap kebijakan dan langkah yang diambil dapat memberikan dampak nyata, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Dengan komposisi ini, DKP3 siap lari kencang dan memberi dampak nyata ke masyarakat,” tutup Aznem. (Adv)













