DIGITALPOS.com, Bontang – Lonjakan harga cabai yang kerap terjadi setiap tahun kembali menjadi perhatian serius pemerintah. Untuk mengantisipasi gejolak tersebut, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Bontang menggencarkan program Gerakan Cabai Mandiri melalui inisiatif “Gembira RT”.
Program ini dirancang sebagai solusi jangka panjang berbasis rumah tangga, dengan mendorong masyarakat menanam cabai rawit secara mandiri di pekarangan rumah. Langkah ini dinilai lebih efektif dalam menjaga ketersediaan bahan pangan sekaligus menekan ketergantungan terhadap pasokan pasar.
Kepala DKP3 Bontang, Ahmad Aznem, menjelaskan bahwa fluktuasi harga cabai selama ini dipicu oleh ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan. Melalui program ini, masyarakat diharapkan mampu memenuhi sebagian kebutuhan cabai secara mandiri.
“Kalau setiap rumah tangga bisa menanam cabai sendiri, maka tekanan permintaan di pasar akan berkurang. Dampaknya, harga bisa lebih stabil dan masyarakat tidak lagi panik saat terjadi kenaikan,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).
Sejauh ini, program Gembira RT telah dijalankan di 15 kelurahan di Kota Bontang. Pelaksanaannya melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari kelompok tani, kader lingkungan, hingga warga secara individu. Kolaborasi ini menjadi kunci keberhasilan program, karena mendorong partisipasi aktif dari tingkat paling kecil, yakni rumah tangga.
Tak hanya berfokus pada cabai, DKP3 juga mengajak masyarakat untuk menanam berbagai komoditas lain seperti sayuran dan tanaman konsumsi harian. Upaya diversifikasi ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus mengurangi beban pengeluaran rumah tangga.
“Program ini bukan sekadar menanam cabai, tetapi juga membangun pola pikir mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan,” tambahnya.
Sebagai bentuk keseriusan, DKP3 tidak hanya menyalurkan bantuan bibit, tetapi juga memberikan pendampingan teknis kepada masyarakat. Pendampingan ini meliputi cara penanaman, perawatan, hingga pengendalian hama agar hasil panen bisa optimal.
Selain itu, evaluasi rutin juga dilakukan untuk memantau perkembangan program di lapangan. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar dalam menyempurnakan pelaksanaan program ke depan, termasuk memperluas jangkauan ke wilayah lain.
Dengan pendekatan yang terstruktur dan melibatkan masyarakat secara langsung, Gerakan Cabai Mandiri diharapkan mampu menjadi solusi berkelanjutan dalam mengatasi fluktuasi harga cabai. Lebih dari itu, program ini juga menjadi langkah strategis dalam membangun kemandirian pangan dari tingkat rumah tangga di Kota Bontang. (Adv)













