DIGTALPOS.com, Bontang – Kegiatan reses Ketua Komisi A DPRD Kota Bontang, Heri Kesewanto, di Kelurahan Bontang Lestari, Bontang Selatan, berlangsung dinamis dengan beragam aspirasi yang disampaikan warga. Dalam pertemuan tersebut, masyarakat menyoroti tiga persoalan utama yang dinilai mendesak untuk segera ditangani, yakni perbaikan infrastruktur jalan, penerangan jalan umum (PJU), serta pembenahan data kemiskinan yang dianggap masih belum tepat sasaran.
Dari ketiga isu tersebut, kondisi infrastruktur jalan menjadi keluhan paling dominan. Warga mengungkapkan bahwa sejumlah ruas jalan di wilayah Bontang Lestari masih membutuhkan perhatian serius dari pemerintah. Salah satu titik yang menjadi sorotan adalah Jalan Soekarno Hatta, yang dinilai memerlukan peningkatan kualitas agar lebih aman dan nyaman dilalui, terutama bagi pengguna jalan setiap hari.
Tak hanya itu, persoalan penerangan jalan umum juga turut menjadi perhatian warga. Mereka mengeluhkan masih adanya lampu jalan yang tidak berfungsi, sehingga menimbulkan kekhawatiran, terutama pada malam hari. Minimnya penerangan dinilai tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan maupun tindak kriminalitas.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, pria yang akrab disapa Herkes ini menegaskan bahwa seluruh masukan warga telah diterima dan akan diperjuangkan melalui mekanisme perencanaan pembangunan daerah. Ia menjelaskan bahwa pemerintah tidak bisa serta-merta merealisasikan seluruh usulan secara sekaligus, mengingat keterbatasan anggaran yang dimiliki daerah.
“Kami pastikan semua aspirasi ini akan kami teruskan dan perjuangkan bersama pemerintah. Namun pelaksanaannya dilakukan secara bertahap, menyesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah,” ujarnya saat ditemui usai kegiatan reses, Sabtu (2/05/2026).
Heri juga mengakui bahwa permasalahan jalan dan PJU tidak hanya terjadi di satu titik, melainkan masih ditemukan di beberapa wilayah lain di Bontang Lestari. Meski demikian, ia optimistis persoalan penerangan jalan dapat diatasi secara bertahap melalui program “Bontang Terang” yang telah dirancang pemerintah kota.
“Program Bontang Terang diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat terkait penerangan jalan, meski tentu realisasinya tidak bisa sekaligus, melainkan bertahap,” jelasnya.
Selain infrastruktur, isu lain yang tak kalah penting adalah terkait data kemiskinan. Warga menilai masih terdapat ketidaktepatan dalam penyaluran bantuan sosial, di mana ada penerima yang dianggap tidak memenuhi kriteria, sementara masyarakat yang benar-benar membutuhkan justru belum tersentuh bantuan.
Menanggapi hal tersebut, Heri memastikan bahwa persoalan data kemiskinan akan menjadi perhatian serius. Ia menegaskan pentingnya pembaruan data secara berkala agar program bantuan sosial benar-benar tepat sasaran dan dirasakan oleh masyarakat yang berhak.
“Ini tetap menjadi perhatian kami. Memang ranahnya lebih ke Komisi A, namun kami sudah berkoordinasi dan meminta Dinas Sosial agar terus melakukan pembaruan data, sehingga penerima manfaat benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan,” tegasnya.
Melalui kegiatan reses ini, Heri berharap aspirasi masyarakat dapat menjadi dasar dalam menentukan prioritas pembangunan ke depan. Ia juga mengajak warga untuk terus aktif menyampaikan masukan, agar kebijakan yang diambil pemerintah benar-benar selaras dengan kebutuhan masyarakat di lapangan. (Adv)













