DIGTALPOS.com, Bontang – Komitmen memperkuat peran pers sebagai pilar demokrasi kembali ditegaskan dalam pelantikan pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bontang periode 2026–2029 yang digelar di Auditorium 3 Dimensi, Sabtu (2/5/2026).
Momentum ini tak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga peneguhan arah baru bagi dunia jurnalistik di daerah. Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam, turut hadir dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan nyata legislatif terhadap eksistensi dan profesionalisme insan pers.
Kehadiran Andi Faiz menjadi simbol pentingnya sinergi antara lembaga pemerintah dan media dalam membangun tata kelola informasi yang sehat dan bertanggung jawab. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran pengurus PWI yang baru dilantik. Ia berharap amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh integritas, dedikasi, dan tanggung jawab tinggi.
“Selamat kepada pengurus PWI yang baru. Semoga mampu menjalankan tugas dengan baik dan membawa organisasi ini semakin maju,” ujarnya.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa PWI tidak sekadar menjadi organisasi profesi, tetapi harus mampu hadir sebagai garda terdepan dalam menjaga kualitas informasi di tengah derasnya arus digitalisasi. Menurutnya, di era banjir informasi saat ini, masyarakat membutuhkan media yang tidak hanya cepat, tetapi juga akurat dan dapat dipercaya.
Andi Faiz menilai, tantangan dunia jurnalistik semakin kompleks seiring berkembangnya teknologi informasi. Sebab itu, PWI diharapkan mampu menjadi benteng dalam menjaga marwah jurnalistik, sekaligus memastikan setiap produk berita yang dihasilkan tetap mengedepankan prinsip verifikasi, keberimbangan, dan etika.
“PWI harus mampu melahirkan karya jurnalistik yang kredibel, kritis, dan dapat dipertanggungjawabkan. Ini penting agar masyarakat tidak terjebak dalam informasi yang menyesatkan,” tegasnya.
Tak hanya itu, ia juga menyoroti fungsi strategis media sebagai sarana edukasi publik. Menurutnya, peran pers tidak berhenti pada penyampaian informasi, tetapi juga harus mampu memberikan pemahaman yang benar, membangun kesadaran, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan.
“Media memiliki tanggung jawab moral untuk mencerdaskan masyarakat. Informasi yang disampaikan harus mampu memberi nilai tambah, bukan sekadar sensasi,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Andi Faiz juga mendorong agar hubungan kemitraan antara PWI, pemerintah daerah, dan DPRD terus diperkuat. Sinergi ini dinilai penting untuk menciptakan ruang komunikasi yang konstruktif, transparan, dan berpihak pada kepentingan publik.
Dengan kepengurusan baru yang diharapkan lebih progresif dan adaptif terhadap perubahan zaman, DPRD Bontang optimistis PWI dapat semakin solid dalam menjalankan perannya sebagai pilar demokrasi. Tak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai penjaga kebenaran dan pengawal pembangunan daerah.
Pelantikan ini pun menjadi titik awal bagi PWI Bontang untuk terus berbenah, meningkatkan kualitas sumber daya wartawan, serta menjaga kepercayaan publik terhadap media di tengah dinamika informasi yang terus berkembang. (Adv)













