Banjir Samarinda, Darlis: Ini Krisis Tata Kelola Lingkungan

Banjir Samarinda, Darlis: Ini Krisis Tata Kelola Lingkungan
Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, Muhammad Darlis Pattalongi. (Foto/Digitalpos)

DIGTALPOS.com, Samarinda — Banjir yang kembali melanda sejumlah wilayah di Kota Samarinda, khususnya Kecamatan Loa Janan Ilir, memicu keprihatinan mendalam. Selain merendam puluhan rumah warga, banjir juga membuat akses utama di Jalan HM Rifadin lumpuh total dan hingga kini belum dapat dilalui.

Kondisi tersebut mendapat sorotan tajam dari Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, Muhammad Darlis Pattalongi. Ia menilai banjir yang terus berulang tak lagi bisa dianggap sebagai bencana musiman.

“Ini bukan sekadar bencana tahunan. Kita sedang menghadapi krisis tata kelola lingkungan yang serius,” ujarnya, Jumat (23/5/2025).

Darlis menekankan bahwa penyebab utama banjir tidak semata-mata berasal dari cuaca ekstrem, melainkan juga karena buruknya sistem drainase dan aktivitas pertambangan di wilayah hulu yang merusak struktur tanah serta mempercepat aliran air ke wilayah hilir.

“Debit air meningkat drastis, tapi sistem drainase kita masih mengandalkan infrastruktur warisan puluhan tahun lalu. Ketimpangan ini berbahaya jika tidak ditangani secara sistemik,” tegasnya.

Tak hanya itu, Darlis juga menyoroti lemahnya respons darurat pemerintah daerah. Hingga kini, warga terdampak di Loa Janan Ilir masih sangat bergantung pada bantuan darurat dan dapur umum.

Ia mengingatkan bahwa sebagai ibu kota provinsi sekaligus pusat pemerintahan dan ekonomi, Samarinda seharusnya tidak lumpuh hanya karena diguyur hujan lebat.

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu menyerukan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap izin pertambangan, penguatan sistem drainase, serta percepatan pembangunan infrastruktur pengendali banjir seperti waduk dan kolam retensi.

“Sudah saatnya kita berhenti menyalahkan hujan. Akar masalahnya ada pada pembukaan lahan yang masif, kerusakan wilayah hulu, sistem tata air yang buruk, serta pembangunan yang abai terhadap daya dukung lingkungan,” ujarnya.

Untuk menjawab persoalan ini, Darlis mendorong pembentukan tim lintas sektor yang melibatkan akademisi, aktivis lingkungan, dan dinas teknis guna merumuskan solusi yang berbasis data dan menjunjung keadilan ekologis.

“Kita butuh paradigma baru dalam pembangunan. Jangan terus mempertahankan ekonomi ekstraktif yang merusak lingkungan, sementara rakyat menjadi korban utamanya,” pungkasnya. (Adv)

Penulis: NurEditor: Redaksi
news-1512-mu

yakinjp


sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

judi bola online

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

ayowin

mahjong ways

judi bola online

mahjong ways 2

JUDI BOLA ONLINE

maujp

maujp

80001

80002

80003

80004

80005

80006

80007

80008

80009

80010

80011

80012

80013

80014

80015

80016

80017

80018

80019

80020

80021

80022

80023

80024

80025

80026

80027

80028

80029

80030

82001

82002

82003

82004

82005

82006

82007

82008

82009

82010

82011

82012

82013

82014

82015

9041

9042

9043

9045

80031

80032

80033

80034

80035

80037

80039

80040

80041

80042

80043

80044

80045

80142

80143

80144

80145

80146

80147

80148

80149

80150

82016

82017

82018

82019

82020

82021

82022

82023

82024

82025

80076

80077

80078

80079

80080

80081

80082

80083

80084

80085

82026

82027

82028

82029

82030

82031

82032

82033

82034

82035

80096

80097

80098

80099

80100

80101

80102

80103

80104

80105

80107

80108

80109

80110

80111

80112

80113

80114

80115

80156

80157

80158

80159

80160

80161

80162

80163

80164

80165

80166

80167

80168

80169

80170

82036

82037

82038

82039

82040

82041

82042

82043

82044

82045

82046

82047

82048

82049

82050

82051

82052

82053

82054

82055

80171

80172

80173

80174

80175

80176

80177

80178

80179

80180

82056

82057

82058

82059

82060

82061

82062

82063

82064

82065

80181

80182

80183

80184

80185

80186

80187

80188

80189

80190

80191

80192

80193

80194

80195

82066

82067

82068

82069

82070

82071

82072

82073

82074

82075

82076

82077

82078

82079

82080

80196

80197

80198

80199

80200

80201

80202

80203

80204

80205

80206

80207

80208

80209

80210

82081

82082

82083

82084

82085

82086

82087

82088

82089

82090

82091

82092

82093

82094

82095

80211

80212

80213

80214

80215

80216

80217

80218

80219

80220

82096

82097

82098

82099

82100

82101

82102

82103

82104

82105

news-1512-mu