DIGTALPOS.com, Bontang – Permasalahan infrastruktur kembali mencuat sebagai kebutuhan paling mendesak bagi masyarakat Kelurahan Kanaan, Kecamatan Bontang Barat. Hal ini terungkap dalam kegiatan reses Anggota Komisi C DPRD Bontang, Sem Nalpa Mario Guling, yang digelar pada 28 hingga 29 April 2026.
Dalam forum yang dihadiri perwakilan warga tersebut, berbagai aspirasi disampaikan secara langsung, mulai dari penerangan jalan umum, perbaikan badan jalan, hingga pembenahan sistem drainase. Seluruh usulan tersebut dinilai krusial karena berkaitan langsung dengan kenyamanan dan keselamatan aktivitas sehari-hari masyarakat.
Sem Nalpa Mario Guling mengungkapkan, persoalan penerangan jalan masih menjadi sorotan utama warga. Menurutnya, masih banyak titik di wilayah Kanaan yang minim pencahayaan, sehingga berpotensi menimbulkan kerawanan, terutama pada malam hari.
“Dari hasil reses kemarin di Kanaan, memang mayoritas masih seputar infrastruktur. Penerangan jalan umum masih perlu ditambah di beberapa titik yang saat ini masih gelap,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (1/05/2026).
Tak hanya itu, kondisi badan jalan juga menjadi keluhan yang cukup dominan. Beberapa ruas jalan dinilai sudah mengalami kerusakan dan membutuhkan peningkatan kualitas agar dapat menunjang mobilitas warga dengan lebih baik.
“Jalan juga menjadi perhatian serius, karena ada beberapa yang kondisinya perlu ditingkatkan. Ini penting untuk mendukung aktivitas masyarakat, baik untuk bekerja maupun kegiatan lainnya,” jelasnya.
Selain penerangan dan jalan, persoalan drainase turut menjadi perhatian. Warga mengeluhkan saluran air yang belum optimal, sehingga kerap menimbulkan genangan bahkan potensi banjir saat hujan turun.
“Drainase ini hampir dikeluhkan di semua wilayah. Ketika hujan, genangan masih sering terjadi. Ini tentu harus menjadi prioritas penanganan ke depan,” tambahnya.
Sem juga menyebutkan, sejumlah program pembangunan infrastruktur sebenarnya telah mulai direalisasikan pada tahun 2025 lalu. Namun, masyarakat berharap program tersebut dapat dilanjutkan secara berkesinambungan agar hasilnya lebih merata dan dirasakan seluruh warga.
“Beberapa program sudah berjalan tahun lalu, tapi warga berharap ada kelanjutan di 2026. Harapannya, pembangunan bisa lebih merata dan menyentuh semua titik yang membutuhkan,” pungkasnya.
Melalui kegiatan reses ini, Sem menegaskan komitmennya untuk mengawal setiap aspirasi masyarakat agar dapat masuk dalam prioritas pembangunan daerah, khususnya di sektor infrastruktur yang menjadi kebutuhan dasar warga. (Adv)













