DIGTALPOS.com, Bontang – Anggota Komisi A DPRD Kota Bontang, Muhammad Irfan, memanfaatkan masa reses untuk turun langsung menyapa masyarakat di daerah pemilihan Bontang Utara. Selama dua hari pelaksanaan, ia menyerap beragam aspirasi warga, mulai dari persoalan ketenagakerjaan hingga dukungan terhadap kegiatan keagamaan di lingkungan masyarakat.
Kegiatan reses tersebut berlangsung hangat dan penuh interaksi. Warga dari berbagai kalangan tampak antusias menyampaikan kebutuhan dan harapan mereka secara langsung. Dalam kesempatan itu, Irfan juga menyerahkan bantuan seragam secara simbolis kepada kelompok majelis taklim sebagai bentuk dukungan terhadap aktivitas keagamaan.
Salah satu isu yang paling dominan disampaikan warga adalah peningkatan keterampilan bagi lulusan sekolah menengah atas (SLTA). Minimnya pengalaman kerja dan keterampilan praktis dinilai menjadi kendala utama bagi para lulusan baru untuk bersaing di dunia kerja.
Warga berharap pemerintah daerah dapat menghadirkan program pelatihan dan sertifikasi yang lebih terarah, sehingga lulusan memiliki bekal kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri. Selain itu, program pemagangan ke Jepang juga menjadi perhatian khusus. Masyarakat menilai program tersebut membuka peluang kerja yang lebih luas sekaligus memberikan pengalaman internasional bagi generasi muda.
“Anak-anak yang baru lulus ini butuh bekal keterampilan dan sertifikat supaya bisa langsung kerja atau ikut program magang ke luar negeri,” ujar Irfan saat dikonfirmasi, Jumat (1/05/2026).
Tak hanya soal ketenagakerjaan, warga juga menyampaikan aspirasi terkait pembangunan dan perbaikan fasilitas keagamaan. Mereka berharap bantuan untuk pembangunan masjid serta Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) di wilayah Bontang Utara dapat terus dilanjutkan. Menurut warga, keberadaan fasilitas tersebut sangat penting dalam membentuk karakter dan memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.
Selain itu, kelompok majelis taklim turut mengusulkan adanya bantuan seragam untuk menunjang kegiatan mereka. Dukungan tersebut dinilai tidak hanya meningkatkan kekompakan, tetapi juga menambah semangat dalam menjalankan kegiatan keagamaan secara rutin.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Muhammad Irfan menegaskan komitmennya untuk menampung dan memperjuangkan seluruh usulan warga agar dapat dibahas bersama pemerintah daerah. Ia menyebut, peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya generasi muda, menjadi salah satu prioritas utama.
Menurutnya, upaya peningkatan keterampilan dan akses kerja harus berjalan beriringan dengan pembangunan sosial dan keagamaan, agar tercipta masyarakat yang sejahtera sekaligus berkarakter.
“Harapannya, program-program yang diusulkan warga ini bisa direalisasikan secara bertahap dan tepat sasaran, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya. (Adv)













