DIGTALPOS.com, Bontang – Komitmen mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul dan siap kerja kembali ditunjukkan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Sasana Widya, Kota Bontang, Kalimantan Timur. Pada tahun 2026 ini, LKP Sasana Widya resmi menggelar Program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) dengan fokus keterampilan juru las SMAW Pipe Welder SMAW 6G Up Hill/HLO 45, sebuah kompetensi yang sangat dibutuhkan di dunia industri.
Program pelatihan bergengsi ini terselenggara melalui kerja sama dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. Pembukaan kegiatan dilakukan secara resmi oleh Direktur Kursus dan Pelatihan Kemendikdasmen, Yaya Sutarya, didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang, Abdu Safa Muha, serta pimpinan LKP Sasana Widya, Elok Erma Arviari.
Acara pembukaan berlangsung di Ruang Rapat Hotel Raodah 1, Jalan R. Suprapto, Bontang Utara, Jumat (1/5/2026), dan turut dihadiri perwakilan industri, di antaranya PT Dian Pandu Pratama, Ikatan Welder Bontang, Dewan Pendidikan Kalimantan Timur, serta unsur Babinsa.
Pimpinan LKP Sasana Widya, Elok Erma Arviari, mengungkapkan tingginya minat masyarakat terhadap program ini. Hanya dalam satu hari sejak pendaftaran dibuka, sebanyak 167 orang langsung mendaftar, jauh melampaui kuota yang tersedia.
“Peserta yang dapat kami akomodir hanya 40 orang, seluruhnya warga Kota Bontang. Ini menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap pelatihan kerja yang relevan dengan industri sangat tinggi,” ujarnya.
Pelatihan ini sendiri akan berlangsung selama 350 jam pelajaran (JPL) dan termasuk dalam kategori Program PKK tipe Platinum, level tertinggi dalam skema pelatihan yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Elok menegaskan, pencapaian sebagai penyelenggara program Platinum bukan hal mudah. Selain harus memiliki nilai kinerja minimal A, lembaga juga wajib memiliki kemitraan dengan industri, baik nasional maupun internasional.
“Untuk tahap pertama secara nasional, hanya dua lembaga yang mendapatkan program ini, yaitu dari Kalimantan Timur dan Jawa Barat. Alhamdulillah, kami dipercaya mewakili Kalimantan Timur,” tambahnya.
Bekali Disiplin dan Etos Kerja
Tak hanya fokus pada keterampilan teknis pengelasan, peserta juga dibekali materi non-kompetensi seperti pembinaan mental dan fisik (Bintalsik). Hal ini dilakukan untuk membentuk karakter peserta agar siap menghadapi dunia kerja.
“Di industri, bukan hanya kemampuan teknis yang dibutuhkan, tetapi juga disiplin, etika, dan etos kerja. Itu yang kami tanamkan sejak awal,” jelas Elok.

Dukungan Pemerintah dan Industri
Direktur Kursus dan Pelatihan Kemendikdasmen, Yaya Sutarya, memberikan apresiasi atas capaian LKP Sasana Widya yang berhasil meraih program Platinum. Ia menegaskan bahwa seleksi program ini sangat ketat dan hanya lembaga dengan kualitas terbaik yang dapat lolos.
“Tidak mudah mendapatkan status Platinum. Harus memiliki kinerja A, kemitraan industri, dan kesiapan dalam pelacakan lulusan (tracer study). Sasanawidya ini luar biasa,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Yaya juga menyerahkan Surat Perjanjian Kerja (SPK) dan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) sebagai tanda dimulainya program secara nasional.
Ia menjelaskan bahwa program PKK merupakan bagian dari implementasi prioritas nasional dalam peningkatan kualitas SDM, sejalan dengan visi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto melalui program Asta Cita.
Kebutuhan Tenaga Las Masih Tinggi
Lebih lanjut, Yaya mengungkapkan bahwa keterampilan pengelasan masuk dalam lima bidang keterampilan futuristik yang sangat dibutuhkan hingga 10 tahun ke depan, bersama bidang administrasi perkantoran, teknologi manufaktur, teknologi informasi, serta komunikasi.
Ia mencontohkan tingginya kebutuhan tenaga las dalam industri galangan kapal nasional. Dalam program pembangunan sekitar 1.000 kapal, dibutuhkan sedikitnya 7.500 tenaga las terampil.
“Dari hasil pelatihan yang kami kirim ke industri, baru 18 orang yang terserap. Artinya peluang masih sangat besar, dan kita butuh lebih banyak tenaga kompeten,” tegasnya.
Peserta Diminta Tangguh dan Siap Bersaing
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang, Abdu Safa Muha, menekankan pentingnya kecepatan, ketepatan, dan ketangguhan dalam menghadapi persaingan dunia kerja.
Ia mengibaratkan peserta seperti singa yang harus memiliki naluri dan ketangguhan untuk bertahan hidup.
“Peluang itu ada, tetapi hanya mereka yang tangguh dan memiliki naluri yang bisa memanfaatkannya. Kalian yang terpilih 40 orang ini harus bangga, tetapi juga harus siap berjuang,” pesannya.
Abdu berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan maksimal, sehingga mampu mengubah pola pikir dan meningkatkan kualitas hidup melalui keterampilan yang dimiliki.
Ditempat yang sama, perwakilan Perwakilan PT Dian Pandu Pratama Site Operation Kalimantan Timur, Irsya Rasyid, menyampaikan komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia lokal melalui kolaborasi pelatihan kerja, khususnya di bidang pengelasan.
Irsya juga mengapresiasi kerja sama yang telah terjalin dengan LKP Sasana Widya yang selama ini turut menyuplai tenaga kerja terampil. Menurutnya, banyak lulusan lembaga tersebut yang kini telah bekerja dan berkontribusi di berbagai proyek perusahaan, baik di Bontang maupun Kutai Timur.
“Kami sangat berterima kasih atas dukungan Bapak dan Ibu sekalian, khususnya dari LKP Sasana Widya. Banyak lulusan yang telah membantu operasional kami, dan sebagian besar berasal dari masyarakat lokal Bontang dan Kutai Timur,” ungkapnya.
Dengan terselenggaranya program ini, LKP Sasana Widya diharapkan mampu terus berkontribusi dalam menyiapkan tenaga kerja terampil yang siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Program PKK Platinum ini tak hanya memberikan pelatihan gratis, tetapi juga mencakup uji kompetensi, magang industri, hingga penyaluran kerja, sehingga menjadi peluang emas bagi generasi muda Bontang untuk meraih masa depan yang lebih cerah. (*)













