DIGTALPOS.com, Bontang – Pemerintah Kota Bontang kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga kerukunan antarumat beragama melalui kolaborasi erat dengan berbagai elemen masyarakat. Salah satunya melalui peran aktif Badan Kerja Sama Antar Gereja (BKAG) yang dinilai menjadi mitra strategis dalam merawat harmoni sosial di Kota Taman.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, secara khusus menyampaikan apresiasi atas kontribusi BKAG dalam menciptakan suasana kehidupan beragama yang damai dan penuh toleransi. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan organisasi keagamaan menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang rukun dan berdaya.
Hal itu disampaikan Neni saat menghadiri Perayaan Paskah BKAG Kota Bontang yang berlangsung khidmat di Gedung Gereja Toraja Jemaat Kanaan, Senin (27/4/2026) malam. Kehadirannya disambut hangat oleh jemaat dan tokoh lintas agama yang turut hadir dalam perayaan tersebut.
“Perbedaan bukan alasan untuk terpecah, melainkan harus menjadi kekuatan untuk bersatu dan menghadirkan kedamaian. Inilah yang harus terus kita jaga bersama,” tegas Neni dalam sambutannya.
Dalam suasana penuh kebersamaan itu, Neni juga mengajak seluruh masyarakat, khususnya umat Kristiani, untuk terus berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah. Ia menekankan bahwa kemajuan Kota Bontang tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik semata, tetapi juga oleh kuatnya nilai-nilai kebersamaan, toleransi, dan kepedulian sosial.
Menurutnya, Bontang merupakan kota yang dibangun di atas fondasi keberagaman. Sebab itu, menjaga kerukunan antarumat beragama menjadi tanggung jawab bersama yang harus terus dirawat dan diperkuat.
“Pemerintah akan terus hadir untuk memastikan setiap warga dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman. Kehidupan beragama yang harmonis adalah bagian penting dari pembangunan kota ini,” ujarnya.
Lebih lanjut, Neni menegaskan bahwa pembangunan berkelanjutan yang tengah dijalankan tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga menyasar pembangunan manusia secara menyeluruh. Keseimbangan antara aspek intelektual, spiritual, dan emosional dinilai menjadi kunci dalam menghadapi berbagai tantangan sosial, termasuk ancaman penyalahgunaan narkoba dan degradasi moral.
Ia juga mengapresiasi kondisi kerukunan umat beragama di Bontang yang hingga saat ini tetap terjaga dengan baik dan kondusif. Menurutnya, situasi tersebut merupakan hasil dari kerja sama seluruh elemen masyarakat yang terus menjunjung tinggi nilai toleransi.
Di sisi lain, Neni turut memaparkan berbagai capaian dan program prioritas pembangunan daerah. Meski Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) mengalami penyesuaian menjadi Rp1,9 triliun, pemerintah tetap memastikan program-program pro-rakyat berjalan optimal.
Sejumlah program unggulan yang terus dilanjutkan antara lain layanan BPJS gratis, pemberian insentif sebesar Rp2 juta bagi tokoh agama dan guru swasta, serta berbagai program bantuan sosial lainnya.
Dalam bidang pendidikan, Pemkot Bontang berupaya meningkatkan kualitas dan pemerataan akses melalui program UKT gratis bagi mahasiswa, bantuan perlengkapan sekolah, hingga penyediaan laptop untuk siswa. Upaya ini menjadi bagian dari strategi meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Tak hanya itu, capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Bontang yang mencapai angka tertinggi di Kalimantan Timur, yakni di atas 83 poin, menjadi indikator keberhasilan pembangunan yang telah berjalan.
Sementara di sektor infrastruktur, berbagai program terus digencarkan, seperti Bontang Terang untuk penerangan kota, pembangunan Polder Tanjung Laut sebagai solusi penanganan banjir, serta perluasan jaringan gas (jargas) rumah tangga yang telah mencapai 10.550 sambungan gratis. Pemerintah juga mengusulkan tambahan 2.000 sambungan kepada pemerintah pusat.
Di bidang kesehatan, masyarakat kini semakin dimudahkan dengan adanya program pemeriksaan kesehatan gratis. Sedangkan pada sektor ekonomi dan sosial, perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan serta dukungan permodalan tanpa bunga bagi pelaku UMKM terus diperkuat guna mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Seluruh program ini merupakan wujud komitmen pemerintah untuk menghadirkan pembangunan yang tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga kuat secara sosial, adil secara ekonomi, dan harmonis secara spiritual,” pungkas Neni.
Perayaan Paskah BKAG tersebut pun menjadi simbol kuatnya kebersamaan dan toleransi di Kota Bontang, sekaligus momentum untuk terus mempererat persatuan di tengah keberagaman. (adv)













