Pemkot dan DPRD Samarinda Siapkan Program Pekarangan Produktif untuk Perkuat Ketahanan Pangan Keluarga

Pemkot dan DPRD Samarinda Siapkan Program Pekarangan Produktif untuk Perkuat Ketahanan Pangan Keluarga
Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi. (ist)

DIGTALPOS.com, Samarinda – Pemerintah Kota Samarinda bersama DPRD mulai membahas penguatan ketahanan pangan dari lingkungan rumah tangga. Program tersebut diarahkan melalui pemanfaatan lahan pekarangan warga untuk kegiatan pertanian urban skala kecil, termasuk hidroponik dan bantuan ternak produktif.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Samarinda, Muhammad Darham, mengatakan pengembangan pertanian perkotaan memiliki potensi besar diterapkan secara lebih luas. Menurutnya, banyak warga yang sebenarnya siap memulai kegiatan produksi pangan mandiri, tetapi masih membutuhkan dukungan awal berupa pendampingan dan stimulus pembiayaan.

“Ada pendampingan. Insyaallah nanti kami mohon dana aspirasi dari anggota dewan untuk bisa membantu masyarakat, karena biaya hidroponik itu tidak terlalu mahal. Warga sudah menyatakan bersedia dan siap. Saya bilang itu lebih bagus untuk membantu perekonomian rumah tangga dulu, kemudian untuk wilayah sekitarnya. Bahkan untuk ternak ayam pun mereka juga berminat,” kata Muhammad Darham, Rabu (24/6/2026).

Darham menjelaskan, program tersebut tidak hanya diarahkan pada penanaman sayuran dengan sistem hidroponik. Pemerintah juga menyiapkan kemungkinan bantuan hewan ternak, salah satunya ayam petelur, yang dinilai dapat memberikan hasil lebih cepat untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga.

Melalui skema tersebut, warga diharapkan dapat mengurangi pengeluaran harian, terutama untuk kebutuhan dapur. Selain itu, apabila hasil produksi berkembang, program tersebut juga berpeluang menjadi sumber tambahan pendapatan bagi keluarga.

“Untuk program ayam petelur ini, kami akan siapkan terobosan kepada masyarakat. Alhamdulillah tanggapan mereka sangat bagus sejauh ini,” imbuhnya.

Rencana tersebut mendapat dukungan dari DPRD Samarinda. Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi, menilai program ketahanan pangan berbasis rumah tangga perlu diperkuat karena manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Menurut Iswandi, bantuan berskala kecil yang menyentuh kebutuhan dasar warga dapat menjadi salah satu cara memperkuat ekonomi keluarga. Ia menilai program seperti bantuan ayam petelur siap produksi lebih efektif apabila dirancang tepat sasaran dan dapat segera dimanfaatkan oleh penerima.

“Kita bisa berkolaborasi. Artinya, DPRD bisa menganggarkan dana yang memang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Contohnya seperti yang dikatakan Pak Viktor mengenai program ayam petelur. Misalkan dalam satu rumah kita beri dua ekor yang sudah siap bertelur, jadi jangan dari anakan lagi. Otomatis efek dominonya ekonomi masyarakat terbantu, lumayan bisa menghemat dua ratus hingga tiga ratus ribu rupiah sebulan,” jelas Iswandi.

Iswandi menambahkan, kebijakan anggaran daerah seharusnya tidak hanya dilihat dari besar kecilnya nilai anggaran. Menurutnya, ukuran utama sebuah program adalah manfaat yang dapat dirasakan masyarakat secara langsung.

“Itu anggaran kecil tetapi langsung menyentuh masyarakat. Kalau warga merasakan manfaatnya dan terbantu mendapatkan tambahan penghasilan, nanti mereka bisa mengembangkan sendiri dengan membeli ternak tambahan. Jadi menurut kami, program itu jangan dilihat dari besar kecilnya anggaran, tetapi dari besar kecilnya manfaat bagi masyarakat. Anggaran besar kalau tidak bermanfaat buat apa,” tutur Iswandi.

Ia berharap kolaborasi antara dinas teknis dan DPRD dapat menghasilkan program yang sederhana, terukur, dan berdampak langsung bagi warga. Dengan pemanfaatan pekarangan rumah, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga mampu memproduksi sebagian kebutuhan pangan secara mandiri. (Adv)