DIGTALPOS.com, Samarinda – Di tengah tantangan krisis anggaran yang membayangi pada 2026, Pemerintah Kota Samarinda dituntut lebih kreatif dalam mencari sumber pendapatan baru. Salah satu langkah strategis yang kini menjadi sorotan adalah optimalisasi pengelolaan aset daerah sebagai sumber peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Langkah ini dinilai penting agar roda pembangunan dan pelayanan publik tetap berjalan tanpa harus membebani masyarakat melalui kenaikan pajak maupun retribusi. Pemanfaatan aset secara maksimal dianggap mampu menjadi solusi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan fiskal daerah.
Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Sani Bin Husain, menegaskan bahwa Pemerintah Kota Samarinda perlu melakukan pembaruan strategi dalam pengelolaan aset milik daerah. Menurutnya, masih banyak aset yang belum diberdayakan secara optimal, padahal memiliki potensi ekonomi yang besar apabila dikelola dengan tepat.
“Pemkot harus mendata seluruh aset yang dimiliki, termasuk aset-aset yang selama ini bermasalah atau belum termanfaatkan. Setelah itu dilakukan kajian mendalam untuk melihat potensi ekonominya. Jika ada aset yang dapat menghasilkan PAD atau memberi manfaat langsung kepada masyarakat, maka harus segera diberdayakan,” ujarnya, Senin (11/5/2026).
Ia menilai, pengelolaan aset yang profesional tidak hanya berdampak pada peningkatan pendapatan daerah, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Aset milik pemerintah, lanjutnya, seharusnya tidak dibiarkan terbengkalai atau sekadar menjadi beban administrasi, melainkan harus menjadi instrumen produktif yang mendukung pembangunan daerah.
Menurut Sani, banyak daerah lain di Indonesia yang berhasil meningkatkan PAD melalui inovasi pengelolaan aset, mulai dari kerja sama pemanfaatan lahan, penyewaan bangunan milik pemerintah, hingga pengembangan kawasan bisnis berbasis aset daerah. Model seperti itu dinilai dapat diterapkan di Samarinda dengan menyesuaikan kebutuhan dan potensi lokal.
“Ke depan, Pemkot jangan hanya bergantung pada pajak dan retribusi. Potensi aset yang dimiliki harus bisa diubah menjadi sumber pendapatan baru. Bisa melalui kerja sama investasi, pengembangan usaha, maupun penyewaan aset yang selama ini belum dimanfaatkan,” tambahnya.
Selain pengelolaan aset, sektor pariwisata juga disebut sebagai peluang besar yang belum tergarap maksimal. Kota Samarinda memiliki sejumlah destinasi wisata dan potensi ekonomi kreatif yang dapat dikembangkan menjadi sumber PAD baru apabila mendapat perhatian serius dari pemerintah.
Ia menilai pengembangan pariwisata tidak hanya berdampak pada peningkatan pendapatan daerah, tetapi juga mampu membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat. Dengan dukungan infrastruktur dan promosi yang tepat, Samarinda dinilai memiliki peluang untuk menjadi salah satu kota tujuan wisata di Kalimantan Timur.
Di tengah kondisi fiskal yang penuh tantangan, strategi diversifikasi sumber pendapatan menjadi langkah penting agar pembangunan daerah tetap berjalan stabil. Optimalisasi aset daerah, penguatan sektor pariwisata, dan pengembangan ekonomi kreatif diyakini dapat menjadi fondasi baru bagi Pemkot Samarinda dalam menjaga keberlanjutan keuangan daerah di masa mendatang.
Dengan langkah yang terencana dan pengelolaan yang profesional, Pemkot Samarinda diharapkan mampu menciptakan sumber PAD yang lebih beragam, berkelanjutan, serta berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. (Adv)













