Legislator Samarinda Minta Pemkot Dahulukan Kajian Teknis Sebelum Bongkar Menara Lampu Taman Samarendah

Legislator Samarinda Minta Pemkot Dahulukan Kajian Teknis Sebelum Bongkar Menara Lampu Taman Samarendah
Menara Lampu Taman Samarendah. (ist)

DIGTALPOS.com, Samarinda – Rencana Pemerintah Kota Samarinda membongkar menara lampu di Taman Samarendah dinilai perlu dikaji lebih matang. DPRD Kota Samarinda mengingatkan agar keputusan tersebut tidak diambil secara tergesa-gesa tanpa didukung hasil pemeriksaan teknis yang menyeluruh.

Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Abdul Rohim, mengatakan keselamatan masyarakat memang harus menjadi prioritas utama. Namun, menurutnya, dugaan adanya korosi pada struktur menara tidak cukup dijadikan dasar pembongkaran apabila belum dibuktikan melalui kajian dari pihak yang berkompeten.

“Kalau memang ada kekhawatiran terkait kondisi struktur, tentu harus dibuktikan melalui pemeriksaan teknis. Jangan sampai keputusan diambil hanya berdasarkan dugaan,” ujarnya, Sabtu (20/6/2026).

Rohim menilai keberadaan menara lampu selama ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana penerangan, tetapi juga menjadi bagian dari wajah Taman Samarendah yang telah dikenal masyarakat. Karena itu, ia berharap pemerintah mempertimbangkan nilai estetika dan fungsi fasilitas tersebut sebelum mengambil langkah pembongkaran.

Menurutnya, apabila hasil evaluasi menunjukkan kondisi bangunan masih aman dan tidak membahayakan pengunjung, maka menara sebaiknya tetap dipertahankan serta dilakukan perawatan sesuai kebutuhan.

“Kalau hasil kajian menyatakan masih aman, tentu lebih baik dipelihara daripada langsung dibongkar,” katanya.

Selain mempertimbangkan aspek keselamatan dan estetika, DPRD juga menyoroti dampak pembongkaran terhadap penggunaan anggaran daerah. Rohim mengingatkan bahwa pembongkaran berpotensi diikuti pembangunan fasilitas baru yang membutuhkan biaya tidak sedikit.

Di tengah kondisi fiskal yang masih terbatas, ia menilai pemerintah sebaiknya memaksimalkan aset yang masih layak digunakan daripada mengalokasikan anggaran untuk proyek pengganti yang belum menjadi kebutuhan mendesak.

“Selama aset tersebut masih memenuhi standar keamanan, penggunaannya dapat terus dioptimalkan. Anggaran daerah akan lebih bermanfaat jika difokuskan pada program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. (Adv)