DIGTALPOS.com, Samarinda – Upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) terus menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Samarinda di tengah tantangan pembangunan dan kebutuhan pelayanan publik yang semakin besar.
Tak hanya bergantung pada sektor pajak, kini berbagai potensi baru mulai didorong untuk menjadi sumber pendapatan yang lebih berkelanjutan, salah satunya melalui pengembangan sektor pariwisata dan pengolahan sampah berbasis energi.
Dorongan tersebut datang dari Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Sani Bin Husain, yang menilai kedua sektor tersebut memiliki peluang besar untuk dikembangkan secara serius dan terintegrasi. Menurutnya, Samarinda memiliki potensi yang cukup kuat untuk menjadikan pariwisata sebagai salah satu penopang ekonomi daerah di masa mendatang.
“Kerja sama dalam pengembangan jasa pariwisata ini bisa menjadi peluang besar. Samarinda memiliki berbagai potensi wisata yang menarik, baik wisata alam, budaya, maupun wisata berbasis edukasi. Ini harus digali lebih dalam dan dikelola secara maksimal,” ujar Sani, Senin (11/5/2026).
Ia menilai, selama ini potensi wisata di Samarinda belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal. Padahal, dengan konsep pengelolaan yang modern dan promosi yang tepat, sektor pariwisata dapat memberikan efek domino terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, mulai dari pelaku UMKM, sektor kuliner, perhotelan, hingga transportasi lokal.
Selain pengembangan pariwisata, Sani juga menyoroti pentingnya inovasi dalam pengelolaan sampah kota. Salah satu konsep yang dianggap layak diterapkan adalah pengolahan sampah menjadi energi atau waste to energy. Menurutnya, langkah ini bukan hanya solusi lingkungan, tetapi juga dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi daerah.
“Pengolahan sampah menjadi energi dapat memberikan manfaat ganda, yakni mengatasi persoalan sampah yang terus meningkat sekaligus menciptakan sumber energi baru. Ini merupakan pendekatan yang sudah diterapkan di banyak negara maju, dan sudah saatnya Samarinda mulai bergerak ke arah itu,” jelasnya.
Ia menambahkan, persoalan sampah di kota-kota besar kini bukan lagi sekadar isu kebersihan, melainkan juga berkaitan dengan kesehatan masyarakat, kualitas lingkungan, hingga ketahanan energi. Karena itu, pendekatan yang inovatif dinilai penting agar permasalahan tersebut dapat diubah menjadi peluang ekonomi.
Menurut Sani, pemerintah daerah juga perlu membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan pihak swasta maupun investor dalam pengembangan dua sektor tersebut. Dengan adanya kerja sama strategis, beban anggaran pemerintah dapat ditekan, sementara potensi pendapatan daerah justru dapat meningkat lebih cepat.
“Kolaborasi dengan pihak swasta penting dilakukan agar pengembangan sektor pariwisata maupun energi berbasis sampah bisa berjalan lebih maksimal. Dengan begitu, daerah tidak terus bergantung pada peningkatan pajak yang berpotensi membebani masyarakat kecil,” katanya.
Di sisi lain, langkah efisiensi anggaran yang dilakukan Pemkot Samarinda juga dinilai menjadi momentum untuk mengarahkan fokus pembangunan ke sektor-sektor produktif. Pemerintah diketahui telah melakukan pemangkasan anggaran sekitar Rp75 miliar dari sejumlah pos belanja, seperti perjalanan dinas dan kegiatan bimbingan teknis.
Dana hasil efisiensi tersebut rencananya akan dialihkan untuk program prioritas yang dinilai lebih berdampak langsung kepada masyarakat. Pengembangan sektor pariwisata dan pengolahan sampah berbasis energi menjadi salah satu opsi yang dianggap strategis untuk didukung dalam jangka panjang.
Dengan berbagai inovasi dan kolaborasi yang mulai dijajaki, DPRD berharap Samarinda mampu menciptakan sumber PAD baru yang lebih sehat, berkelanjutan, dan tidak hanya bergantung pada sektor konvensional. Selain memperkuat fiskal daerah, langkah tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara lebih merata.(Adv)













