DIGTALPOS.com, Samarinda — Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Gubernur Tahun Anggaran 2024 DPRD Kalimantan Timur melakukan uji petik lapangan terhadap sejumlah proyek strategis yang dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Dalam kunjungan yang berlangsung pada 22–23 April 2025 itu, pansus menemukan beragam temuan terkait efektivitas pembangunan dan penggunaan anggaran di lapangan.
Ketua Pansus, Agus Suwandi, mengungkapkan bahwa sejumlah proyek telah berjalan baik dan memberikan dampak langsung kepada masyarakat. Namun, ada pula pekerjaan yang dinilai belum maksimal, meski telah menyerap anggaran dalam jumlah besar.
“Kami puas dengan progres pembangunan Kantor Samsat UPTD Samarinda dan SMAN 5. Ini membuktikan, bila perencanaan dilakukan dengan baik, hasilnya pun akan optimal,” kata Agus, Sabtu, 26 April 2025.
Sejumlah proyek besar seperti rehabilitasi Hotel Atlet di Stadion Kadrie Oening senilai Rp111,2 miliar serta pembangunan lanjutan Gedung Pandurata RSUD AW Sjahranie senilai Rp136,5 miliar turut menjadi sorotan pansus. Secara umum, proyek-proyek tersebut dinilai berjalan sesuai dengan target, namun tetap memerlukan pengawasan berkelanjutan.
Sebaliknya, Agus memberi catatan keras terhadap proyek rehabilitasi Lapangan Tenis Vorvo Samarinda. Menurutnya, hasil pengerjaan proyek tersebut tidak sebanding dengan besarnya anggaran yang telah dikucurkan.
“Sayang sekali, anggaran besar tapi hasilnya belum memuaskan. Ini catatan penting. Jangan sampai pembangunan fisik hanya menjadi simbol, tanpa fungsi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Agus juga menekankan pentingnya mengarahkan prioritas pembangunan ke sektor yang berdampak jangka panjang, seperti pendidikan, ketimbang membangun fasilitas yang manfaatnya tidak jelas.
Ia menambahkan, beberapa proyek memerlukan klarifikasi lebih lanjut lantaran ditemukan ketidaksesuaian antara laporan tertulis dengan kondisi aktual di lapangan.
“Uji petik ini bukan sekadar seremonial. Ini bagian dari tugas pengawasan kami untuk memastikan bahwa setiap rupiah dari anggaran daerah benar-benar digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” tutupnya. (Adv)













