DIGTALPOS.com, Bontang – Komitmen terhadap pemenuhan hak-hak anak penyandang disabilitas di Kota Bontang kembali menjadi perhatian serius kalangan legislatif. Wakil Ketua DPRD Kota Bontang, Sitti Yara, menyoroti masih belum optimalnya layanan terapi serta pemanfaatan sejumlah fasilitas yang telah disediakan pemerintah daerah.
Menurut Sitti Yara, keberadaan fasilitas layanan disabilitas seharusnya mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya anak-anak yang membutuhkan pendampingan dan terapi secara berkelanjutan. Namun, fakta di lapangan menunjukkan masih banyak orang tua yang menghadapi kendala dalam mengakses layanan tersebut.
“Masih sering kami menerima keluhan dari orang tua. Mereka kesulitan mendapatkan layanan terapi yang rutin dan berkesinambungan. Padahal, kebutuhan ini sangat penting bagi perkembangan anak-anak disabilitas,” ujarnya, Kamis (30/4/2026).
Ia menegaskan, terapi bukan sekadar layanan tambahan, melainkan bagian krusial dalam mendukung tumbuh kembang anak penyandang disabilitas. Tanpa dukungan terapi yang konsisten dan berkualitas, potensi anak bisa terhambat, bahkan berdampak pada masa depan mereka.
Lebih jauh, Sitti Yara menyebut bahwa aspirasi terkait kebutuhan terapi terus mengalir ke DPRD. Hal ini menjadi sinyal kuat bahwa sistem layanan yang ada saat ini perlu segera diperkuat, baik dari sisi kualitas, ketersediaan tenaga profesional, maupun kemudahan akses bagi masyarakat.
“Ini bukan persoalan sepele. Anak-anak disabilitas membutuhkan perhatian lebih. Kita harus hadir memastikan mereka mendapatkan hak yang sama untuk berkembang,” tegas politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut.
Selain itu, ia juga menyoroti peran pemerintah daerah yang dinilai perlu lebih maksimal, tidak hanya dalam membangun fasilitas fisik, tetapi juga memastikan layanan di dalamnya berjalan efektif dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Salah satu fasilitas yang menjadi perhatian adalah Autis Center di Bontang. Sitti Yara menilai, fasilitas tersebut memiliki potensi besar sebagai pusat layanan terpadu bagi anak-anak dengan kebutuhan khusus. Namun, hingga kini pemanfaatannya dinilai belum maksimal.
Ia pun mendorong agar pemerintah meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat, sekaligus memperkuat kualitas layanan di dalam fasilitas tersebut. Dengan demikian, masyarakat yang membutuhkan dapat lebih mudah mengakses layanan yang tersedia.
“Kalau dikelola dengan baik, fasilitas ini bisa menjadi harapan besar bagi orang tua dan anak-anak disabilitas. Dengan terapi dan pelatihan yang tepat, mereka bisa berkembang bahkan melampaui teman-temannya,” pungkasnya.
DPRD Bontang berharap ke depan adanya langkah konkret dari pemerintah daerah untuk memperbaiki sistem layanan disabilitas, sehingga tidak hanya tersedia secara fisik, tetapi juga benar-benar hadir dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. (Adv)













