DIGTALPOS.com, Jakarta – Komitmen Pemerintah Kota Bontang dalam meningkatkan budaya literasi dan layanan perpustakaan daerah kembali mendapat dukungan dari pemerintah pusat. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Bontang menghadiri kegiatan pembahasan usulan Rencana Penggunaan Dana (RPD) DAK Nonfisik Dana Bantuan Pengembangan Program Perpustakaan Daerah Tahun Anggaran 2026 yang digelar oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI), Kamis (23/10/2025).
Dalam kegiatan yang berlangsung di Jakarta itu, DPK Bontang memastikan bahwa tahun depan pihaknya akan menerima DAK Nonfisik sebesar Rp300 juta. Dana tersebut akan digunakan untuk memperkuat berbagai program pengembangan perpustakaan di tingkat daerah.
Kepala Bidang Perpustakaan DPK Kota Bontang, Indra Nopika Wijaya, menyampaikan bahwa kegiatan pembahasan tersebut menjadi momen penting untuk menyinergikan arah kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah, khususnya dalam upaya mendorong peningkatan literasi masyarakat.
“Tahap usulan telah kami laksanakan melalui aplikasi Krisna. Penyusunan rencana penggunaan anggaran juga telah kami upayakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Indra.
Menurutnya, proses pengajuan dan pembahasan DAK Nonfisik memerlukan ketelitian karena terdapat banyak mata anggaran yang harus disesuaikan dengan aturan teknis dari Perpusnas. Meski demikian, DPK Bontang berkomitmen untuk memaksimalkan setiap rupiah yang diterima agar tepat sasaran dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kegiatan ini sangat strategis karena memastikan setiap daerah memiliki arah perencanaan yang jelas dan terukur. Kami ingin program yang diusulkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan lokal serta mendukung prioritas pembangunan daerah, terutama peningkatan kualitas layanan literasi dan sumber daya manusia,” tambahnya.

Indra juga menegaskan bahwa DAK Nonfisik berperan penting dalam memperkuat fungsi perpustakaan sebagai pusat pembelajaran masyarakat sepanjang hayat. Melalui dana bantuan ini, berbagai kegiatan seperti peningkatan kapasitas pustakawan, pengadaan bahan bacaan, serta pengembangan layanan digital dan inklusif dapat terus digiatkan.
“Kami tengah menyiapkan dokumen pendukung dan rencana kerja yang matang agar implementasi program berjalan optimal. Dukungan dari Perpusnas menjadi energi tambahan bagi kami untuk terus memperluas jangkauan dan kualitas layanan perpustakaan di Bontang,” ujarnya.
Dengan adanya alokasi DAK Nonfisik tahun 2026 ini, DPK Bontang menargetkan peningkatan signifikan pada minat baca masyarakat serta penguatan peran perpustakaan sebagai ruang publik yang kreatif dan edukatif.
“Kami berharap sinergi antara pemerintah pusat dan daerah terus terjalin erat. Dengan dukungan dana dan kolaborasi yang baik, pengembangan layanan perpustakaan di Kota Bontang dapat semakin berkualitas, berdaya guna, dan berkontribusi pada kemajuan literasi masyarakat,” pungkas Indra. (Adv)













