DIGITALPOS.com, Bontang – Maraknya aksi vandalisme dan perusakan fasilitas umum di sejumlah ruang publik Kota Bontang menuai sorotan tajam dari Ketua Komisi B DPRD Kota Bontang, Rustam. Legislator tersebut mengaku prihatin sekaligus geram melihat kondisi beberapa sarana publik yang mengalami kerusakan akibat ulah oknum tidak bertanggung jawab.
Kekecewaan itu disampaikan Rustam setelah meninjau langsung sejumlah titik fasilitas publik yang telah dibangun dan ditata oleh pemerintah. Ia menemukan berbagai bentuk kerusakan, mulai dari hilangnya penutup lampu penerangan, fasilitas yang tidak terawat akibat dirusak, hingga coretan-coretan pada dinding dan area publik yang sebelumnya telah dipercantik.
Menurut Rustam, tindakan tersebut tidak hanya merusak wajah kota, tetapi juga menunjukkan masih rendahnya kesadaran sebagian masyarakat dalam menjaga aset daerah. Padahal, fasilitas yang tersedia saat ini dibangun menggunakan anggaran pemerintah yang bersumber dari uang rakyat dan melalui proses perencanaan yang panjang.
“Fasilitas-fasilitas ini dibangun bukan untuk kepentingan segelintir orang, tetapi untuk seluruh masyarakat Bontang. Sangat disayangkan ketika ada oknum yang justru merusaknya,” ujar Rustam, saat dikonfirmasi, Kamis (28/5/2026).

Ia menegaskan, pemerintah telah berupaya menghadirkan ruang-ruang publik yang nyaman, aman, dan menarik sebagai tempat berkumpul, berolahraga, maupun bersantai bagi masyarakat. Karena itu, keberadaan fasilitas tersebut seharusnya menjadi kebanggaan bersama yang wajib dijaga, bukan menjadi sasaran vandalisme.
“Saya sangat kecewa. Kita berupaya keras mempercantik kota, tetapi ada saja yang merusak. Lampu-lampu hilang penutupnya, dinding dicoret-coret. Ini tentu sangat memprihatinkan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Rustam mengingatkan bahwa kerusakan fasilitas umum bukanlah persoalan sepele. Setiap kerusakan yang terjadi akan berdampak pada meningkatnya kebutuhan anggaran pemeliharaan dan perbaikan. Akibatnya, pemerintah harus kembali mengeluarkan dana yang seharusnya dapat digunakan untuk program pembangunan lainnya yang lebih prioritas.
Menurutnya, penggunaan anggaran untuk memperbaiki fasilitas yang dirusak jelas menjadi kerugian bagi masyarakat secara luas. Sebab, dana tersebut sejatinya bisa dialokasikan untuk peningkatan infrastruktur, pelayanan publik, maupun program kesejahteraan warga.
“Kalau fasilitas yang rusak terus diperbaiki, tentu membutuhkan biaya lagi. Padahal anggaran itu bisa digunakan untuk kebutuhan lain yang lebih penting bagi masyarakat,” katanya.
Menyikapi kondisi tersebut, Rustam meminta aparat keamanan dan petugas terkait untuk meningkatkan pengawasan di ruang-ruang publik, khususnya pada malam hari dan akhir pekan. Ia menilai periode tersebut menjadi waktu yang rawan terjadinya aksi vandalisme karena tingginya aktivitas masyarakat di kawasan publik.
Ia secara khusus meminta keterlibatan Satpol PP, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa untuk lebih aktif melakukan patroli rutin di sejumlah titik yang kerap menjadi lokasi berkumpulnya warga.
Menurut Rustam, kehadiran aparat di lapangan tidak hanya berfungsi sebagai bentuk pengawasan, tetapi juga dapat memberikan efek pencegahan terhadap potensi tindakan perusakan yang dilakukan oleh oknum tertentu.
“Patroli rutin perlu ditingkatkan, terutama saat malam akhir pekan. Kehadiran petugas di lokasi bisa menjadi langkah preventif agar fasilitas yang sudah dibangun tetap terjaga,” ujarnya.
Selain pengawasan dari aparat, Rustam menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga aset publik. Ia mengajak seluruh warga Bontang untuk memiliki rasa kepedulian dan tanggung jawab terhadap fasilitas yang telah disediakan pemerintah.
Menurutnya, menjaga fasilitas umum bukan hanya tugas pemerintah semata, melainkan kewajiban bersama sebagai bentuk kecintaan terhadap kota. Ia berharap masyarakat tidak ragu untuk mengingatkan atau melaporkan apabila menemukan tindakan yang berpotensi merusak fasilitas publik.
“Kota ini milik bersama. Kalau bukan kita yang menjaga, siapa lagi. Jangan sampai yang dibangun dengan susah payah rusak hanya karena ulah segelintir orang,” tegas Rustam.
Ia berharap kesadaran masyarakat untuk menjaga ruang publik terus meningkat sehingga berbagai fasilitas yang telah dibangun dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang. Dengan demikian, upaya pemerintah dalam mempercantik dan meningkatkan kualitas ruang publik di Kota Bontang dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh warga. (Adv)













