DIGTALPOS.com, Bontang – Menjelang perayaan Hari Raya Iduladha, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Bontang mengeluarkan imbauan penting kepada masyarakat agar lebih cermat dan selektif dalam membeli hewan kurban. Langkah ini dilakukan guna memastikan hewan yang dikurbankan tidak hanya memenuhi syariat, tetapi juga aman dan layak dikonsumsi.
Kepala Peternakan DKP3 Bontang, drh Riyono, menegaskan bahwa masyarakat sebaiknya membeli hewan kurban dari peternak atau penjual yang telah terdata dan berada dalam pengawasan pemerintah. Menurutnya, pengawasan ini menjadi jaminan awal bahwa hewan yang dijual telah melalui pemeriksaan kesehatan dan bebas dari penyakit menular.
“Kami sangat menyarankan masyarakat membeli hewan kurban di tempat yang sudah terpantau oleh petugas. Dengan begitu, kualitas dan kesehatannya bisa lebih terjamin,” ujarnya, Minggu (3/5/2026).

Riyono menjelaskan, menjelang Iduladha biasanya permintaan hewan kurban meningkat tajam. Kondisi ini kerap dimanfaatkan oleh sejumlah pedagang musiman yang belum tentu memperhatikan standar kesehatan hewan. Oleh karena itu, peran aktif masyarakat dalam memilih hewan kurban menjadi sangat krusial.
Ia mengimbau agar calon pembeli memperhatikan sejumlah ciri fisik hewan yang sehat, seperti memiliki nafsu makan yang baik, mata terlihat cerah dan tidak berair, bulu bersih dan tidak kusam, serta gerakan yang lincah dan tidak lemas. Selain itu, hewan juga tidak boleh menunjukkan tanda-tanda penyakit seperti demam, batuk, atau luka pada tubuh.
“Kalau menemukan hewan dengan gejala mencurigakan seperti lesu, tidak nafsu makan, atau menunjukkan tanda-tanda sakit lainnya, segera laporkan ke petugas. Jangan dipaksakan untuk dibeli,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa DKP3 telah menyiagakan tim pemeriksa kesehatan hewan yang akan turun langsung ke lapangan. Tim ini bertugas melakukan pemeriksaan rutin, pengawasan di titik penjualan, hingga penanganan cepat apabila ditemukan hewan yang diduga terjangkit penyakit.
“Petugas kami akan langsung melakukan isolasi terhadap hewan yang dicurigai, kemudian dilanjutkan dengan pengambilan sampel untuk pemeriksaan lebih lanjut. Ini penting untuk mencegah penyebaran penyakit,” jelasnya.
Upaya ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga keamanan pangan asal hewan serta memberikan rasa aman kepada masyarakat dalam menjalankan ibadah kurban. Selain itu, pengawasan ini juga bertujuan untuk memastikan bahwa hewan kurban memenuhi standar kesehatan sekaligus sesuai dengan ketentuan syariat Islam.
Dengan adanya pengawasan yang ketat dari pemerintah dan meningkatnya kesadaran masyarakat, diharapkan pelaksanaan ibadah kurban di Kota Bontang tahun ini dapat berlangsung dengan lancar, aman, dan memberikan manfaat yang optimal bagi seluruh warga.
DKP3 pun mengajak masyarakat untuk tidak ragu berkoordinasi dengan petugas apabila membutuhkan informasi atau menemukan hal-hal yang mencurigakan di lapangan. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga kualitas hewan kurban di Bontang. (Adv)













