DIGTALPOS.com, Bontang Baru – Hal-hal sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari terkadang dapat menjadi awal dari sebuah proses belajar dan pemberdayaan. Salah satunya adalah sabun cuci piring, kebutuhan rumah tangga yang digunakan hampir setiap hari. Melalui sesuatu yang sederhana tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda Kelompok Bontang Baru menghadirkan kegiatan pelatihan pembuatan sabun cuci piring sebagai salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat.
Kegiatan pelatihan ini menjadi ruang bagi mahasiswa dan masyarakat untuk belajar bersama, bertukar pengetahuan, serta mengenal proses pembuatan sabun cuci piring secara langsung. Tidak hanya diikuti oleh masyarakat, kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dan kehadiran dari berbagai unsur Kelurahan Bontang Baru. Staf kelurahan, Bapak Lurah, Bunda PAUD, serta ibu-ibu PKK turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan. Pembukaan berlangsung dalam suasana yang hangat dan penuh kebersamaan. Pertemuan antara mahasiswa KKN dengan perangkat kelurahan dan masyarakat tidak hanya menjadi awal dari kegiatan pelatihan, tetapi juga menjadi bentuk kolaborasi dalam mendukung kegiatan pemberdayaan yang dilaksanakan di lingkungan Kelurahan Bontang Baru.
Setelah pembukaan, kegiatan kemudian berlanjut menuju taman sebagai tempat pelaksanaan demonstrasi pembuatan sabun. Suasana kegiatan berubah menjadi lebih interaktif ketika peserta mulai mengikuti tahapan pembuatan secara langsung. Mahasiswa KKN memberikan penjelasan mengenai proses yang dilakukan, sementara peserta menyimak dan memperhatikan setiap tahapan yang diperagakan.
Demonstrasi menjadi bagian yang membuat kegiatan terasa lebih dekat dengan peserta. Pengetahuan yang sebelumnya disampaikan melalui penjelasan dapat dilihat secara langsung melalui praktik. Peserta pun memiliki kesempatan untuk mengamati proses, mengajukan pertanyaan, dan memahami tahapan pembuatan sabun cuci piring dengan lebih nyata.
Bagi mahasiswa KKN, kegiatan tersebut bukan hanya tentang menyampaikan pengetahuan kepada masyarakat. Proses interaksi selama pelatihan juga menjadi pengalaman untuk belajar berkomunikasi dan memahami kebutuhan masyarakat. Sementara bagi peserta, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk memperoleh pengalaman baru melalui keterampilan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Pelatihan tersebut menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat tidak selalu harus dimulai dari kegiatan yang besar. Sesuatu yang sederhana, ketika dipelajari dan dilakukan bersama, dapat menjadi pengalaman yang memberikan manfaat. Pembuatan sabun cuci piring menjadi salah satu contoh bagaimana kebutuhan sehari-hari dapat dijadikan ruang untuk belajar, berbagi, dan menumbuhkan keterampilan.
Setelah seluruh tahapan pembuatan selesai, kegiatan ditutup dengan kebersamaan antara mahasiswa KKN dan para peserta. Sabun yang telah selesai dibuat menjadi hasil nyata dari proses yang telah dilakukan bersama sejak pembukaan hingga demonstrasi. Momen tersebut kemudian diabadikan melalui dokumentasi bersama.
Bagi mahasiswa KKN Tematik UINSI Samarinda Kelompok Bontang Baru, pelatihan ini menjadi salah satu pengalaman pengabdian yang mempertemukan pengetahuan dengan kebutuhan masyarakat. Dari kegiatan yang sederhana, mahasiswa belajar bahwa pengabdian bukan hanya tentang memberikan sesuatu, tetapi juga tentang menciptakan ruang untuk belajar bersama dan membangun hubungan yang baik dengan masyarakat.
Pada akhirnya, pelatihan pembuatan sabun cuci piring tidak berhenti pada sabun yang berhasil dibuat. Di balik kegiatan tersebut terdapat proses berbagi pengetahuan, interaksi, dan kebersamaan antara mahasiswa, perangkat kelurahan, serta masyarakat. Hal sederhana yang dilakukan bersama dapat menjadi langkah kecil menuju tumbuhnya keterampilan dan semangat kemandirian.
Melalui kegiatan ini, KKN Tematik UINSI Samarinda Kelompok Bontang Baru berharap pengalaman yang diperoleh selama pelatihan dapat memberikan manfaat bagi peserta dan menjadi bagian dari cerita pengabdian mahasiswa di Kelurahan Bontang Baru. Sebab, terkadang sebuah kemandirian memang tidak lahir dari sesuatu yang besar, melainkan dimulai dari hal-hal sederhana yang dipelajari dan dilakukan bersama. (*)













