DIGTALPOS.com, Samarinda – Kabar membanggakan datang dari sepak bola Kalimantan Timur. Borneo FC Samarinda resmi ditunjuk sebagai tuan rumah fase grup AFC Challenge League 2026/2027. Stadion Segiri Samarinda dipastikan menjadi markas sekaligus panggung bagi Pesut Etam untuk menjamu lawan-lawannya di kompetisi antarklub Asia tersebut.
Kepastian Borneo FC menjadi tuan rumah disampaikan melalui kanal resmi klub di Instagram pada Jumat (14/8/2026). Dalam pengumumannya, klub kebanggaan masyarakat Samarinda itu menyambut antusias kesempatan untuk membawa nama Kalimantan Timur dan Indonesia ke pentas sepak bola Asia.
“ACGL akan datang ke Samarinda,” tulis akun Instagram resmi Borneo FC.
“Borneo FC Samarinda resmi ditunjuk AFC sebagai tuan rumah fase grup AFC Challenge League 2026/2027!”
Klub juga memastikan Stadion Segiri akan menjadi lokasi pertandingan fase grup. Kehadiran kompetisi Asia di Samarinda tentu menjadi momentum penting, bukan hanya bagi Borneo FC, tetapi juga bagi perkembangan sepak bola di Kalimantan Timur.
“Stadion Segiri akan menjadi panggung pertarungan Asia,” lanjut pernyataan tersebut.
“Dari Samarinda, Pesut Etam siap membawa nama Kalimantan Timur dan Indonesia ke level yang lebih tinggi,” imbuhnya.
Penunjukan sebagai tuan rumah sekaligus menjadi penghargaan atas kiprah Borneo FC di kompetisi domestik. Pesut Etam tampil sebagai runner-up Super League 2025/2026 setelah bersaing ketat dengan Persib Bandung.
Borneo FC harus puas berada di posisi kedua setelah kalah dalam perhitungan head to head dari Persib. Meski demikian, pencapaian tersebut menjadi modal berharga bagi tim asal Samarinda untuk melangkah ke kompetisi Asia.
Tantangan berikutnya adalah bagaimana manajemen Borneo FC menjaga kekuatan skuad di tengah perubahan besar yang terjadi menjelang musim baru. Sejumlah pemain dan elemen penting dalam tim mengalami perubahan.
Salah satunya adalah posisi pelatih. Borneo FC tidak lagi ditangani Fabio Lefundes yang menjadi nakhoda tim pada musim sebelumnya. Posisi tersebut kini dipercayakan kepada Mauro Jeronimo, pelatih yang memiliki pengalaman menangani klub di Liga Vietnam.
Pergantian pelatih tentu menjadi pekerjaan rumah tersendiri. Mauro harus segera membangun pola permainan dan chemistry baru dengan para pemain, terlebih Borneo FC akan menghadapi jadwal kompetisi yang lebih padat karena harus tampil di level domestik sekaligus Asia.
Perubahan juga terjadi di sektor pemain. Dua nama penting yang sebelumnya menjadi bagian dari kekuatan Pesut Etam kini memilih melanjutkan karier bersama klub lain.
Penjaga gawang Nadeo Argawinata resmi meninggalkan Borneo FC dan bergabung dengan Persija Jakarta melalui skema biaya transfer. Sementara itu, Mariano Peralta juga hengkang dan memilih bergabung dengan Persib Bandung, klub yang musim lalu berhasil menjadi juara Super League.
Kehilangan dua pemain tersebut tentu menjadi tantangan bagi Borneo FC. Namun, manajemen tampaknya telah melakukan persiapan sejak dini untuk menghadapi musim yang jauh lebih berat.
Borneo FC menjadi salah satu klub yang sudah memenuhi kuota pemain asing untuk musim depan. Langkah tersebut menunjukkan keseriusan Pesut Etam dalam membangun skuad yang kompetitif, terutama karena mereka akan menghadapi lawan-lawan dari berbagai negara di AFC Challenge League.
Kehadiran Borneo FC di kompetisi Asia juga membawa harapan baru bagi sepak bola Indonesia. Dalam beberapa musim terakhir, wakil Indonesia di AFC Challenge League mampu menunjukkan bahwa klub Tanah Air dapat bersaing dengan tim-tim dari negara lain.
Madura United, misalnya, berhasil melangkah hingga babak semifinal pada musim 2024/2025. Sementara Dewa United pada musim sebelumnya mampu menembus babak perempat final.
Catatan tersebut menjadi gambaran bahwa wakil Indonesia memiliki peluang untuk berbicara banyak di kompetisi ini. Borneo FC pun diharapkan mampu melangkah lebih jauh dan mencatatkan prestasi yang lebih baik dibandingkan para pendahulunya.
Kini, sorotan akan tertuju kepada Samarinda. Stadion Segiri yang selama ini menjadi kandang Pesut Etam di kompetisi domestik bakal mendapatkan panggung yang lebih besar. Atmosfer pertandingan Asia diharapkan mampu memberikan energi tambahan bagi skuad Borneo FC sekaligus menjadi pengalaman berharga bagi suporter.
Bagi masyarakat Kalimantan Timur, penunjukan tersebut bukan sekadar agenda pertandingan sepak bola. Ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan Samarinda dan Kaltim kepada publik sepak bola Asia.
Pesut Etam kini memiliki misi ganda: mempertahankan reputasi sebagai salah satu kekuatan sepak bola Indonesia sekaligus mengukir sejarah baru di panggung Asia.
Dengan Stadion Segiri sebagai benteng pertahanan, skuad baru di bawah arahan Mauro Jeronimo, serta dukungan penuh masyarakat Samarinda, Borneo FC diharapkan mampu memanfaatkan kesempatan tersebut sebaik mungkin.
Perjalanan di AFC Challenge League 2026/2027 pun bakal menjadi ujian sesungguhnya bagi Pesut Etam. Mampukah Borneo FC mengubah status sebagai tuan rumah menjadi keuntungan dan melaju lebih jauh di kompetisi Asia?. (*)













