DIGTALPOS.com, Bontang Baru – Lingkungan sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat peserta didik memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi wadah untuk mengembangkan kemampuan bersosialisasi, menghargai keberagaman, serta membangun hubungan yang baik dengan sesama. Oleh sebab itu, diperlukan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan kondusif agar peserta didik dapat belajar serta berinteraksi tanpa adanya tindakan bullying atau perundungan.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap terciptanya lingkungan sekolah yang bebas dari perundungan, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda menyelenggarakan Seminar Anti-Bullying di SDN 006 Bontang Utara pada Senin, 3 Agustus 2026. Kegiatan tersebut diikuti oleh peserta didik kelas 6A dan 6B. Rangkaian kegiatan diawali pada pukul 07.00 dengan persiapan dan registrasi peserta, kemudian dilanjutkan dengan acara pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta sambutan dari pihak sekolah, kelurahan, dan ketua KKN.
Pada sesi utama, peserta didik memperoleh pemaparan materi mengenai Anti-Bullying yang disampaikan oleh Siti Nurul H.Q.M., M.Pd. pada pukul 09.11–10.11. Materi yang diberikan mencakup pengertian bullying, berbagai bentuk perundungan, dampak yang dapat ditimbulkan, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya bullying di lingkungan sekolah. Peserta didik diberikan pemahaman bahwa tindakan seperti mengejek, mengucilkan, menyakiti, atau merendahkan teman tidak dapat dianggap sebagai candaan apabila tindakan tersebut menyebabkan orang lain merasa tersakiti, tertekan, atau tidak nyaman.
Tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, peserta didik juga diajak untuk meningkatkan kepedulian terhadap keadaan teman-teman di lingkungan sekitarnya. Mereka diberikan pemahaman agar tidak terlibat maupun memberikan dukungan terhadap tindakan bullying serta berani melaporkan kepada guru apabila menyaksikan adanya perilaku perundungan. Melalui sikap tersebut, peserta didik diharapkan mampu turut menciptakan lingkungan pertemanan yang penuh dengan rasa aman, kepedulian, dan saling menghormati.

Pada sesi penyampaian materi, pemateri juga memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menceritakan pengalaman mereka terkait bullying yang pernah dialami, dilihat, maupun terjadi di lingkungan sekitar. Kesempatan tersebut membuat suasana seminar menjadi lebih interaktif karena anak-anak dapat menyampaikan cerita dan pendapat mereka secara langsung. Melalui sesi berbagi pengalaman ini, peserta didik diajak untuk memahami bahwa tindakan yang dianggap sebagai candaan oleh seseorang dapat memberikan dampak yang berbeda bagi orang lain. Pemateri kemudian memberikan arahan dan pemahaman mengenai cara menghadapi pengalaman tersebut dengan tepat, sekaligus mengajak peserta didik untuk lebih peduli dan saling mendukung agar kejadian bullying tidak terus terjadi.
Pelaksanaan seminar ini diharapkan tidak berhenti pada pemahaman yang diperoleh selama kegiatan berlangsung, tetapi juga dapat diwujudkan dalam perilaku sehari-hari. Kebiasaan untuk saling menghargai, menunjukkan kepedulian, dan menerima perbedaan diharapkan dapat terus diterapkan dalam kehidupan sekolah sehingga setiap peserta didik dapat merasa dihargai, diterima, dan nyaman ketika berinteraksi dengan teman-temannya.
Seminar Anti-Bullying tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam memberikan edukasi kepada peserta didik sekaligus menumbuhkan nilai-nilai positif, seperti empati, toleransi, kepedulian, dan sikap saling menghargai. Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta didik SDN 006 Bontang Utara dapat memahami pentingnya menciptakan lingkungan pertemanan yang sehat serta bersama-sama berperan dalam mencegah terjadinya bullying di lingkungan sekolah. (*)













