Gempa Susulan di NTT Tembus 4.256 Kali, 36 Ribu Rumah Rusak

Gempa Susulan di NTT Tembus 4.256 Kali, 36 Ribu Rumah Rusak
Kerusakan bangunan yang terdampak gempa bumi M7,7 di Kabupaten Manggarai Timur, NTT. Foto/Dok BPBD Kabupaten Manggarai Timur.

DIGTALPOS.com – Aktivitas gempa bumi susulan di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) masih berlangsung hingga Jumat (21/8/2026) pagi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sedikitnya 4.256 kali gempa susulan terjadi setelah gempa utama mengguncang wilayah tersebut.

Berdasarkan pembaruan data BMKG hingga pukul 05.00 WIB, gempa susulan yang terjadi memiliki magnitudo bervariasi, mulai dari M 1,1 hingga yang terbesar M 6,2.

“Total gempa bumi susulan: 4.256,” tulis BMKG dalam siaran pers yang diterbitkan Jumat pagi.

Dari ribuan gempa tersebut, sebanyak 31 gempa memiliki magnitudo di atas 5. Sementara itu, masyarakat dilaporkan telah merasakan getaran dari 118 kali gempa susulan.

“Magnitudo di atas 5 sebanyak 31 kali dan gempa susulan yang dirasakan masyarakat sebanyak 118 kali,” demikian keterangan BMKG.

Aktivitas seismik yang masih tinggi tersebut menjadi perhatian karena gempa susulan dapat terjadi dalam beberapa waktu setelah gempa utama. Masyarakat di wilayah terdampak diimbau tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari BMKG maupun pemerintah daerah.

Puluhan Ribu Rumah Mengalami Kerusakan

Di sisi lain, dampak gempa terhadap permukiman warga juga terus diperbarui. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah rumah yang mengalami kerusakan kini mencapai 36.163 unit.

Jumlah tersebut bertambah 7.187 unit dibandingkan data sebelumnya. BNPB menyebut peningkatan angka kerusakan terjadi seiring dengan proses pendataan dan verifikasi yang semakin akurat di lapangan.

“Data rumah yang rusak kami perbarui menjadi 36.163 unit. Terdapat penambahan sebanyak 7.187 unit dalam catatan kami seiring dengan proses pendataan yang semakin akurat di lapangan,” kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Suar Pelita Panjaitan, dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube BNPB, Kamis (20/8/2026).

Selain pendataan kerusakan, BNPB juga terus mengupayakan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak. Bantuan logistik dikirim secara bertahap ke wilayah yang membutuhkan.

Per Kamis (20/8), BNPB mencatat telah mengirimkan bantuan logistik dengan total 102 ton dalam distribusi terbaru, yang terdiri dari 42 ton bantuan donasi dan 60 ton dari Dana Siap Pakai (DSP).

“Kemudian hari ini kami juga sudah berhasil mengirimkan 42 ton bantuan donasi dan 60 ton dari Dana Siap Pakai (DSP), sehingga total yang berhasil dikirimkan hari ini mencapai 102 ton,” ujar Berton.

Sebelumnya, BNPB juga mencatat pengiriman logistik sebesar 167 ton per 19 Agustus 2026. Bantuan tersebut terus didistribusikan untuk mendukung kebutuhan warga yang terdampak bencana, di tengah proses penanganan dan pendataan kerusakan yang masih berlangsung. (*)