DPRD Samarinda Dorong Aset Mangkrak Jadi Solusi Parkir di Folder Air Hitam

DPRD Samarinda Dorong Aset Mangkrak Jadi Solusi Parkir di Folder Air Hitam
Suasana kawasan Folder Air Hitam, Samarinda. (ist)

DIGTALPOS.com, Samarinda – Persoalan parkir dan kepadatan lalu lintas di kawasan Folder Air Hitam, Samarinda, menjadi perhatian Komisi III DPRD Kota Samarinda. Dewan mendorong Pemerintah Kota Samarinda tak hanya melakukan penataan di badan jalan, tetapi juga segera mencari solusi jangka panjang dengan memanfaatkan aset daerah yang selama ini belum optimal digunakan.

Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim, menilai keberadaan kantong parkir resmi semakin mendesak seiring meningkatnya aktivitas masyarakat di Folder Air Hitam. Tingginya kunjungan warga membuat kendaraan kerap diparkir di bahu jalan, sehingga berpotensi menghambat arus lalu lintas dan mengurangi kenyamanan pengunjung.

“Kami menyarankan untuk memanfaatkan lahan dan bangunan daerah yang menganggur di sekitar lokasi tersebut untuk dialihfungsikan sebagai fasilitas parkir resmi,” kata Abdul Rohim, Selasa (18/8/2026).

Menurut Rohim, salah satu aset yang layak dikaji adalah gedung bulu tangkis yang sudah lama tak digunakan. Aset tersebut dinilai memiliki potensi untuk dialihfungsikan menjadi area parkir, sehingga pemerintah tidak perlu mengeluarkan anggaran besar untuk melakukan pembebasan lahan baru.

“Masih ada tanah yang merupakan aset Pemkot. Termasuk gedung bulu tangkis yang mangkrak dan sudah bertahun-tahun tidak dimanfaatkan. Itu bisa digunakan sebagai lahan parkir,” ujarnya.

Ia menekankan, pembangunan dan pengembangan fasilitas publik semestinya dilakukan secara terintegrasi. Penyediaan ruang olahraga maupun ruang rekreasi harus dibarengi fasilitas pendukung, seperti tempat parkir, akses kendaraan, jalur pejalan kaki, serta sarana lainnya.

“Harusnya infrastruktur yang disiapkan itu satu paket. Mulai dari sarana olahraga hingga sarana pendukung seperti tempat parkir,” tegasnya.

Rohim menyebut Folder Air Hitam kini tidak sekadar menjadi lokasi olahraga. Kawasan tersebut telah berkembang menjadi salah satu ruang publik yang ramai dimanfaatkan masyarakat untuk berolahraga, bersantai hingga menikmati kuliner yang ditawarkan pelaku UMKM.

Aktivitas masyarakat yang berlangsung sejak pagi hingga malam membuat kebutuhan terhadap fasilitas parkir semakin tinggi. Jika tidak segera ditata, kendaraan yang parkir sembarangan dikhawatirkan semakin mempersempit ruang lalu lintas dan menimbulkan kemacetan, terutama pada jam-jam ramai.

Karena itu, Rohim mendorong Pemkot Samarinda melakukan inventarisasi dan kajian terhadap aset-aset daerah di sekitar Folder Air Hitam. Aset yang tidak produktif, menurutnya, bisa dioptimalkan untuk kepentingan masyarakat sekaligus mendukung penataan kawasan.

“Folder Air Hitam sudah jadi pusat wisata dan olahraga. Pemkot harus melengkapi infrastruktur ini dengan memanfaatkan tanah atau gedung tidak terpakai untuk lahan parkir,” katanya.

Komisi III DPRD Samarinda berharap usulan tersebut segera ditindaklanjuti melalui kajian teknis dan pengelolaan yang jelas. Dengan adanya kantong parkir resmi, penataan kendaraan diharapkan lebih tertib, arus lalu lintas tetap lancar, dan masyarakat dapat menikmati Folder Air Hitam dengan lebih aman dan nyaman. (Adv)