DPRD Samarinda Soroti Maraknya Pertamini Ilegal, Dorong Pembentukan Perda dan SPBU Buka 24 Jam

DPRD Samarinda Soroti Maraknya Pertamini Ilegal, Dorong Pembentukan Perda dan SPBU Buka 24 Jam
Anggota Komisi I DPRD Samarinda, Adnan Faridhan. (ist)

DIGTALPOS.com, Samarinda – Menjamurnya usaha Pertamini atau pom mini ilegal di berbagai sudut Kota Samarinda kini menjadi perhatian serius kalangan legislatif. DPRD menilai keberadaan Pertamini yang terus bertambah tidak bisa lagi dipandang sebagai persoalan biasa, sebab selain berkaitan dengan aspek keselamatan dan legalitas usaha, kondisi tersebut juga menyangkut kebutuhan masyarakat terhadap akses bahan bakar minyak (BBM).

Komisi I DPRD Samarinda menegaskan, penanganan terhadap maraknya Pertamini ilegal membutuhkan regulasi yang lebih kuat agar proses penertiban tidak menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Selama ini, pemerintah dinilai masih memiliki keterbatasan dalam melakukan tindakan tegas karena belum adanya payung hukum yang mengatur secara spesifik keberadaan usaha pom mini tersebut.

Anggota Komisi I DPRD Samarinda, Adnan Faridhan, mengatakan saat ini dasar hukum yang digunakan pemerintah untuk melakukan penertiban masih sebatas surat edaran dari Pemerintah Kota Samarinda. Menurutnya, kondisi itu belum cukup kuat untuk menjadi pijakan penegakan aturan secara menyeluruh.

“Kalau baru surat edaran tentu tidak begitu kuat. Harus ada Perda dulu supaya penertiban memiliki dasar hukum yang jelas,” ujarnya saat menanggapi persoalan maraknya Pertamini di Samarinda, belum lama ini.

Adnan menilai, tanpa adanya Peraturan Daerah (Perda), langkah penertiban berpotensi menimbulkan perdebatan di lapangan. Sebab, pemerintah membutuhkan aturan yang benar-benar jelas agar tindakan yang diambil tidak dianggap sepihak atau merugikan masyarakat kecil.

Di sisi lain, ia mengingatkan pemerintah kota agar tidak gegabah dalam mengambil kebijakan. Menurutnya, sebagian besar pelaku usaha Pertamini merupakan masyarakat kecil yang menggantungkan penghasilan harian dari usaha tersebut.

Kondisi ekonomi masyarakat yang belum sepenuhnya stabil, kata dia, harus menjadi bahan pertimbangan sebelum dilakukan penertiban besar-besaran. DPRD tidak ingin upaya penegakan aturan justru menimbulkan persoalan sosial baru, seperti meningkatnya angka pengangguran atau hilangnya sumber mata pencaharian warga.

“Jangan sampai penegakan aturan dilakukan secara gegabah. Kita juga harus melihat sisi sosial dan ekonomi masyarakat bawah,” katanya.

Fenomena menjamurnya Pertamini di Samarinda sendiri dinilai tidak terlepas dari tingginya kebutuhan masyarakat terhadap BBM, terutama pada malam hari. Dalam beberapa kawasan, warga kerap kesulitan mendapatkan bahan bakar ketika SPBU telah tutup operasional, sehingga keberadaan Pertamini menjadi alternatif cepat bagi masyarakat.

Menurut DPRD, kondisi itu menunjukkan masih adanya celah dalam pelayanan distribusi BBM di tingkat masyarakat. Karena itu, penanganan persoalan Pertamini tidak cukup hanya melalui penindakan semata, tetapi juga harus diiringi dengan solusi konkret yang mampu menjawab kebutuhan warga.

Sebagai langkah jangka pendek, Adnan mengusulkan agar sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Samarinda dapat beroperasi selama 24 jam. Menurutnya, kebijakan tersebut bisa membantu mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap Pertamini, khususnya pada malam hingga dini hari.

“Kalau SPBU buka 24 jam, masyarakat tidak perlu lagi mencari Pertamini saat malam hari. Ini bisa menjadi solusi sementara sambil pemerintah menyiapkan regulasi yang lebih jelas,” ujarnya.

Selain itu, DPRD juga meminta pemerintah kota untuk tidak hanya fokus pada aspek penindakan, tetapi turut menyusun langkah penataan yang lebih komprehensif. Regulasi yang disiapkan nantinya diharapkan mampu mengatur aspek perizinan, standar keamanan, hingga mekanisme pengawasan usaha penjualan BBM eceran.

DPRD menilai penyusunan aturan terkait Pertamini perlu melibatkan berbagai pihak agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar efektif dan dapat diterima masyarakat. Mulai dari pelaku usaha kecil, aparat penegak hukum, hingga pihak PT Pertamina (Persero) dinilai perlu duduk bersama untuk mencari solusi terbaik.

Dengan adanya regulasi yang jelas dan dukungan sistem distribusi BBM yang lebih baik, DPRD berharap persoalan Pertamini ilegal di Samarinda dapat ditangani tanpa menimbulkan gejolak sosial di tengah masyarakat. (Adv)

news-1701

sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

maujp

slot mahjong

SGP Pools

slot mahjong

sabung ayam online

slot mahjong

SLOT THAILAND

cuaca 898100146

cuaca 898100147

cuaca 898100148

cuaca 898100149

cuaca 898100150

cuaca 898100151

cuaca 898100152

cuaca 898100153

cuaca 898100154

cuaca 898100155

cuaca 898100156

cuaca 898100157

cuaca 898100158

cuaca 898100159

cuaca 898100160

cuaca 898100161

cuaca 898100162

cuaca 898100163

cuaca 898100164

cuaca 898100165

cuaca 898100166

cuaca 898100167

cuaca 898100168

cuaca 898100169

cuaca 898100170

cuaca 898100171

cuaca 898100172

cuaca 898100173

cuaca 898100174

cuaca 898100175

cuaca 898100176

cuaca 898100177

cuaca 898100178

cuaca 898100179

cuaca 898100180

cuaca 898100181

cuaca 898100182

cuaca 898100183

cuaca 898100184

cuaca 898100185

cuaca 898100186

cuaca 898100187

cuaca 898100188

cuaca 898100189

cuaca 898100190

cuaca 898100191

cuaca 898100192

cuaca 898100193

cuaca 898100194

cuaca 898100195

article 888000081

article 888000082

article 888000083

article 888000084

article 888000085

article 888000086

article 888000087

article 888000088

article 888000089

article 888000090

article 888000091

article 888000092

article 888000093

article 888000094

article 888000095

article 888000096

article 888000097

article 888000098

article 888000099

article 888000100

article 710000171

article 710000172

article 710000173

article 710000174

article 710000175

article 710000176

article 710000177

article 710000178

article 710000179

article 710000180

article 710000181

article 710000182

article 710000183

article 710000184

article 710000185

article 710000186

article 710000187

article 710000188

article 710000189

article 710000190

article 710000191

article 710000192

article 710000193

article 710000194

article 710000195

article 710000196

article 710000197

article 710000198

article 710000199

article 710000200

article 710000201

article 710000202

article 710000203

article 710000204

article 710000205

article 710000206

article 710000207

article 710000208

article 710000209

article 710000210

article 710000211

article 710000212

article 710000213

article 710000214

article 710000215

article 710000216

article 710000217

article 710000218

article 710000219

article 710000220

artikel 338000001

artikel 338000002

artikel 338000003

artikel 338000004

artikel 338000005

artikel 338000006

artikel 338000007

artikel 338000008

artikel 338000009

artikel 338000010

artikel 338000011

artikel 338000012

artikel 338000013

artikel 338000014

artikel 338000015

artikel 338000016

artikel 338000017

artikel 338000018

artikel 338000019

artikel 338000020

artikel 338000021

artikel 338000022

artikel 338000023

artikel 338000024

artikel 338000025

artikel 338000026

artikel 338000027

artikel 338000028

artikel 338000029

artikel 338000030

psda 438000096

psda 438000097

psda 438000098

psda 438000099

psda 438000100

psda 438000101

psda 438000102

psda 438000103

psda 438000104

psda 438000105

psda 438000106

psda 438000107

psda 438000108

psda 438000109

psda 438000110

news-1701
footer
news-1701

sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

maujp

slot mahjong

SGP Pools

slot mahjong

sabung ayam online

slot mahjong

SLOT THAILAND

cuaca 898100146

cuaca 898100147

cuaca 898100148

cuaca 898100149

cuaca 898100150

cuaca 898100151

cuaca 898100152

cuaca 898100153

cuaca 898100154

cuaca 898100155

cuaca 898100156

cuaca 898100157

cuaca 898100158

cuaca 898100159

cuaca 898100160

cuaca 898100161

cuaca 898100162

cuaca 898100163

cuaca 898100164

cuaca 898100165

cuaca 898100166

cuaca 898100167

cuaca 898100168

cuaca 898100169

cuaca 898100170

cuaca 898100171

cuaca 898100172

cuaca 898100173

cuaca 898100174

cuaca 898100175

cuaca 898100176

cuaca 898100177

cuaca 898100178

cuaca 898100179

cuaca 898100180

cuaca 898100181

cuaca 898100182

cuaca 898100183

cuaca 898100184

cuaca 898100185

cuaca 898100186

cuaca 898100187

cuaca 898100188

cuaca 898100189

cuaca 898100190

cuaca 898100191

cuaca 898100192

cuaca 898100193

cuaca 898100194

cuaca 898100195

article 888000081

article 888000082

article 888000083

article 888000084

article 888000085

article 888000086

article 888000087

article 888000088

article 888000089

article 888000090

article 888000091

article 888000092

article 888000093

article 888000094

article 888000095

article 888000096

article 888000097

article 888000098

article 888000099

article 888000100

article 710000171

article 710000172

article 710000173

article 710000174

article 710000175

article 710000176

article 710000177

article 710000178

article 710000179

article 710000180

article 710000181

article 710000182

article 710000183

article 710000184

article 710000185

article 710000186

article 710000187

article 710000188

article 710000189

article 710000190

article 710000191

article 710000192

article 710000193

article 710000194

article 710000195

article 710000196

article 710000197

article 710000198

article 710000199

article 710000200

article 710000201

article 710000202

article 710000203

article 710000204

article 710000205

article 710000206

article 710000207

article 710000208

article 710000209

article 710000210

article 710000211

article 710000212

article 710000213

article 710000214

article 710000215

article 710000216

article 710000217

article 710000218

article 710000219

article 710000220

artikel 338000001

artikel 338000002

artikel 338000003

artikel 338000004

artikel 338000005

artikel 338000006

artikel 338000007

artikel 338000008

artikel 338000009

artikel 338000010

artikel 338000011

artikel 338000012

artikel 338000013

artikel 338000014

artikel 338000015

artikel 338000016

artikel 338000017

artikel 338000018

artikel 338000019

artikel 338000020

artikel 338000021

artikel 338000022

artikel 338000023

artikel 338000024

artikel 338000025

artikel 338000026

artikel 338000027

artikel 338000028

artikel 338000029

artikel 338000030

psda 438000096

psda 438000097

psda 438000098

psda 438000099

psda 438000100

psda 438000101

psda 438000102

psda 438000103

psda 438000104

psda 438000105

psda 438000106

psda 438000107

psda 438000108

psda 438000109

psda 438000110

news-1701