DIGTALPOS.com, Bontang – Fraksi PKS Bersama NasDem DPRD Bontang memberikan sejumlah catatan penting terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Penanaman Modal yang merupakan inisiatif Pemerintah Kota Bontang. Dalam pandangan fraksinya, investasi yang masuk ke daerah tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan tetap menjaga keberlanjutan lingkungan.
Pandangan fraksi tersebut disampaikan Ketua Fraksi PKS Bersama NasDem, Suharno, dalam rapat paripurna DPRD Bontang yang digelar pada Senin (18/5/2026).
Dalam penyampaiannya, Suharno menegaskan bahwa pihaknya mendukung langkah pemerintah daerah dalam memperkuat iklim investasi di Kota Bontang. Namun demikian, dukungan tersebut harus diiringi dengan pengawasan dan regulasi yang berpihak kepada masyarakat serta lingkungan hidup.
Sorotan pertama yang disampaikan Fraksi PKS Bersama NasDem berkaitan dengan aspek keberlanjutan lingkungan. Menurut mereka, geliat investasi di Kota Bontang tidak boleh mengorbankan kelestarian alam maupun ekosistem daerah.

“Investasi yang masuk ke Kota Bontang harus tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan hidup dan tidak merusak ekosistem daerah,” ujar Suharno saat membacakan pandangan umum fraksinya di hadapan peserta rapat paripurna.
Fraksi PKS Bersama NasDem menilai, perhatian terhadap lingkungan menjadi hal penting mengingat Bontang merupakan daerah industri yang memiliki kawasan pesisir dan ekosistem mangrove yang perlu dijaga keberlangsungannya. Mereka berharap seluruh investor yang beroperasi nantinya memiliki komitmen terhadap pengelolaan lingkungan dan menjalankan usaha sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain persoalan lingkungan, fraksi tersebut juga menyoroti pentingnya keberpihakan terhadap tenaga kerja lokal. Mereka meminta Pemerintah Kota Bontang memastikan investasi yang masuk mampu membuka peluang kerja bagi masyarakat setempat.
Menurut Suharno, masyarakat Bontang harus menjadi pihak yang paling merasakan manfaat dari hadirnya investasi, terutama melalui penyerapan tenaga kerja lokal dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Jangan sampai investasi berkembang pesat, tetapi masyarakat lokal justru hanya menjadi penonton di daerahnya sendiri,” tegasnya.
Sorotan berikutnya berkaitan dengan keterlibatan pelaku usaha lokal, khususnya UMKM dan koperasi. Fraksi PKS Bersama NasDem menilai pertumbuhan ekonomi daerah akan lebih sehat apabila pelaku usaha kecil turut dilibatkan dalam rantai ekonomi investasi.
“UMKM dan koperasi lokal harus dilibatkan dalam rantai ekonomi investasi sehingga pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara merata,” jelas Suharno.
Keterlibatan UMKM dinilai penting agar investasi tidak hanya dinikmati oleh perusahaan besar, tetapi juga mampu memberikan efek berganda bagi perekonomian masyarakat. Dengan demikian, roda ekonomi lokal dapat bergerak lebih luas dan kesejahteraan masyarakat meningkat.
Tak hanya itu, Fraksi PKS Bersama NasDem juga meminta pemerintah daerah memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan investasi. Pengawasan dinilai menjadi langkah penting agar seluruh kegiatan usaha berjalan sesuai aturan hukum, transparan, dan tidak merugikan masyarakat sekitar.
Mereka menekankan bahwa keberadaan regulasi penanaman modal harus mampu memberikan kepastian hukum sekaligus perlindungan bagi masyarakat dan daerah.
Di sisi lain, fraksi tersebut tetap memberikan apresiasi terhadap upaya Pemerintah Kota Bontang dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif. Dukungan itu mencakup penyederhanaan regulasi, pelayanan perizinan terpadu satu pintu, kepastian hukum bagi investor, promosi investasi daerah, hingga pengelolaan data investasi yang terintegrasi.
“Kami memahami, penanaman modal memiliki peran strategis dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah, membuka lapangan kerja, meningkatkan daya saing daerah, serta mendorong kesejahteraan masyarakat di Kota Bontang,” pungkasnya. (Adv)













