
DIGTALPOS.com, Bontang – Kesiapsiagaan layanan pemadam kebakaran dan penyelamatan menjadi perhatian serius DPRD Kota Bontang. Anggota Komisi C DPRD Kota Bontang, Bonnie Sukardi, meminta agar pengelolaan anggaran operasional Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) lebih dioptimalkan demi mendukung pelayanan darurat kepada masyarakat.
Menurutnya, kebutuhan operasional seperti bahan bakar kendaraan, perawatan armada, hingga kesiapan personel merupakan aspek penting yang tidak boleh diabaikan. Sebab, dalam situasi darurat, kecepatan dan kesiapan armada menjadi faktor utama dalam menyelamatkan masyarakat maupun meminimalisasi kerugian.
Bonny menilai, apabila masih terdapat kegiatan atau alokasi anggaran lain yang memungkinkan untuk dialihkan, maka sebaiknya diprioritaskan guna memperkuat operasional Disdamkartan.
“Kalau ada kegiatan atau anggaran operasional yang bisa dialihkan, harapannya bisa dimaksimalkan untuk Disdamkartan,” ungkapnya, Senin (11/5/2026).

Bonnie menekankan, jangan sampai terjadi situasi darurat namun armada pemadam kebakaran justru tidak dapat bergerak akibat terkendala persoalan operasional, seperti kekurangan bahan bakar atau kondisi kendaraan yang tidak siap digunakan.
“Jangan sampai ada kejadian darurat, tapi kendaraan tidak bisa bergerak karena kendala operasional,” tegasnya.
Ia menjelaskan, Disdamkartan merupakan salah satu layanan vital yang harus selalu berada dalam kondisi siap siaga. Pasalnya, instansi tersebut menjadi garda terdepan dalam penanganan berbagai kondisi darurat yang terjadi di tengah masyarakat.
Sebab itu, Komisi C DPRD Kota Bontang menaruh perhatian terhadap kesiapan armada maupun personel di lapangan. Dukungan anggaran operasional yang memadai dinilai menjadi kebutuhan mendesak agar pelayanan kepada masyarakat tetap maksimal setiap saat.
Tak hanya fokus pada penanganan kebakaran, Bonnie juga mengapresiasi semakin luasnya tugas dan fungsi Disdamkartan dalam memberikan pelayanan penyelamatan kepada warga.
Saat ini, petugas Damkar tidak hanya menangani peristiwa kebakaran, tetapi juga berbagai operasi penyelamatan lain yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Mulai dari evakuasi hewan liar yang meresahkan warga, penanganan sarang tawon, hingga membantu berbagai kondisi darurat lainnya.
Menurut Bonnie, perubahan peran tersebut menunjukkan bahwa keberadaan Damkar kini telah berkembang menjadi unit penyelamatan terpadu yang dibutuhkan masyarakat dalam berbagai situasi.
“Damkar ini bukan hanya pemadam kebakaran, tapi juga unit penyelamatan,” jelasnya.
Ia berharap dukungan terhadap Disdamkartan dapat terus ditingkatkan, baik dari sisi anggaran, fasilitas, maupun kesiapan armada, sehingga pelayanan darurat di Kota Bontang dapat berjalan cepat, optimal, dan responsif saat dibutuhkan masyarakat. (Adv)












