DIGTALPOS.com, Bontang – Semangat masyarakat dalam menghidupkan ekonomi kreatif di Kota Bontang kembali terlihat melalui gelaran Creative Night Market (CNM) Salebba yang berlangsung di Jalan Cut Nyak Dien, Kelurahan Bontang Baru. Kegiatan yang menghadirkan berbagai pelaku UMKM, hiburan kreatif, hingga ruang interaksi masyarakat itu kembali menuai apresiasi dari berbagai pihak, termasuk DPRD Kota Bontang.
Di tengah kondisi ekonomi yang dinilai masih penuh tantangan, keberadaan CNM Salebba dianggap mampu menjadi angin segar bagi pelaku usaha kecil dan masyarakat lokal. Event tersebut bukan hanya menjadi wadah hiburan masyarakat, tetapi juga ruang tumbuh bagi ekonomi kreatif dan peluang usaha baru.
CNM Salebba merupakan hasil kolaborasi antara Pokdarwis Kelurahan Bontang Baru, komunitas Pemuda Ekonomi Kreatif (GEPREK), serta dukungan Pemerintah Kota Bontang. Sepanjang tahun 2026, kegiatan ini telah memasuki pelaksanaan ketiga setelah sebelumnya sukses digelar pada Februari lalu dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.
Beragam tenant kuliner, produk kerajinan lokal, hingga pertunjukan seni kreatif turut meramaikan kawasan tersebut. Kehadiran masyarakat yang memadati lokasi kegiatan menjadi bukti bahwa event lokal berbasis komunitas masih memiliki daya tarik besar sekaligus potensi ekonomi yang menjanjikan.

Ketua Komisi B DPRD Bontang, Rustam, menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif masyarakat yang mampu menghadirkan kegiatan positif di tengah situasi ekonomi yang tidak menentu. Menurutnya, kondisi global saat ini menuntut masyarakat untuk lebih kreatif dalam menciptakan peluang ekonomi secara mandiri.
Ia menilai ancaman perlambatan ekonomi, defisit anggaran daerah, hingga isu pemutusan hubungan kerja massal harus dijawab dengan inovasi dan kreativitas masyarakat, terutama generasi muda.
“Di kondisi seperti sekarang ini, teman-teman yang punya kemampuan atau bidang tertentu harus bisa memanfaatkannya. Contohnya seperti Pokdarwis yang mampu membuat event-event lokal seperti ini,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (11/5/2026).
Rustam mengatakan, setiap kegiatan yang mampu menghadirkan keramaian masyarakat otomatis akan membuka peluang usaha bagi UMKM dan pedagang kecil. Menurutnya, dampak ekonomi dari event seperti CNM sangat terasa karena perputaran uang terjadi langsung di tingkat masyarakat.
Ia menyebut, sektor ekonomi kreatif saat ini menjadi salah satu kekuatan yang dapat menopang perekonomian daerah, terutama ketika sektor lain mengalami tekanan. Karena itu, keberadaan event berbasis komunitas dinilai perlu mendapat perhatian dan dukungan serius.
Meski memberikan apresiasi, Rustam tetap mengingatkan agar penyelenggaraan kegiatan dilakukan dengan memperhatikan dampak jangka panjang. Ia menegaskan, keberlanjutan program harus dibarengi dengan pengelolaan yang baik agar tidak menimbulkan persoalan baru di tengah masyarakat.
“Kita lihat dulu semangat dan tujuan teman-teman Pokdarwis ini seperti apa. Apakah nantinya berdampak bagi UMKM dan masyarakat, atau justru menimbulkan persoalan lingkungan dan kekacauan. Itu yang harus diperhatikan,” katanya.
Selain persoalan dampak sosial dan lingkungan, Rustam juga menyoroti pentingnya kepatuhan terhadap aturan tata ruang wilayah (RTRW). Menurutnya, setiap kawasan di Kota Bontang memiliki fungsi dan peruntukan tertentu sehingga kegiatan masyarakat harus tetap berjalan sesuai regulasi yang berlaku.
Ia mengingatkan agar jangan sampai ruang publik atau lokasi tertentu digunakan tidak sesuai ketentuan, karena hal tersebut dapat menimbulkan persoalan di kemudian hari.
“Jangan sampai ada penyalahgunaan tempat. Semua spot itu sudah diatur dalam RTRW, jadi harus dipelajari juga,” terangnya.
Lebih lanjut, Rustam menegaskan bahwa pemerintah seharusnya hadir terlebih dahulu dalam bentuk pembinaan dan pendampingan kepada pelaku ekonomi kreatif sebelum berbicara mengenai potensi pendapatan daerah atau penarikan retribusi.
Menurutnya, yang paling utama saat ini adalah memastikan kegiatan tersebut benar-benar memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat luas dan menciptakan multiplier effect yang positif.
“Sepanjang pemerintah belum membina, tentu tidak bisa langsung menarik sesuatu. Yang paling penting sekarang bagaimana kegiatan ini bisa memberi multiplier effect bagi masyarakat,” jelasnya.
Ia berharap Creative Night Market Salebba tidak hanya menjadi event musiman, tetapi dapat berkembang menjadi agenda rutin Kota Bontang. Dengan pengelolaan yang baik, kegiatan tersebut diyakini mampu menjadi salah satu daya tarik wisata lokal sekaligus memperkuat identitas ekonomi kreatif daerah.
Selain menjadi ruang promosi bagi UMKM, CNM juga dinilai mampu membuka ruang kolaborasi antar komunitas, anak muda, hingga pelaku seni di Bontang. Kehadiran event seperti ini diharapkan dapat terus mendorong lahirnya inovasi baru yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. (Adv)













