DIGTALPOS.com, Bontang – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang diperingati setiap 2 Mei kembali menjadi refleksi penting bagi seluruh pemangku kepentingan pendidikan di Kota Bontang. Momentum ini dimanfaatkan untuk mengevaluasi sekaligus mendorong percepatan transformasi sektor pendidikan, terutama dalam hal digitalisasi dan peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik.
Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam, menegaskan bahwa kemajuan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kebijakan, tetapi juga oleh konsistensi implementasi di lapangan. Ia mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Bontang yang dinilai terus menunjukkan komitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan secara berkelanjutan.
Menurutnya, perhatian terhadap tenaga pendidik menjadi fondasi utama dalam membangun sistem pendidikan yang kuat. Dukungan terhadap kesejahteraan guru, baik melalui insentif maupun fasilitas penunjang, dinilai sangat berpengaruh terhadap kualitas proses belajar mengajar di sekolah.
“Guru adalah ujung tombak pendidikan. Ketika mereka diperhatikan dan dihargai, maka kualitas pembelajaran yang diterima siswa juga akan meningkat secara signifikan,” ujarnya, Kamis (30/4/2026).
Selain aspek kesejahteraan guru, DPRD Bontang juga menyoroti pentingnya penguatan sarana dan prasarana pendidikan. Program bantuan seragam sekolah gratis serta penyediaan perangkat digital seperti tablet dan laptop bagi siswa disebut sebagai langkah konkret dalam mendukung pemerataan akses pendidikan.
Ia menilai, kebijakan tersebut tidak hanya meringankan beban orang tua, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mendorong transformasi pembelajaran menuju sistem yang lebih modern dan adaptif.
“Digitalisasi pendidikan saat ini bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Kita harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi agar generasi muda kita tidak tertinggal,” jelasnya.
Lebih lanjut, Andi Faizal menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas. Sinergi antara pemerintah, pihak sekolah, dan orang tua dinilai menjadi kunci keberhasilan dalam mengimplementasikan berbagai program pendidikan.
Menurutnya, tanpa dukungan dan keterlibatan semua pihak, kebijakan yang telah dirancang dengan baik tidak akan memberikan dampak maksimal bagi peserta didik.
“Transformasi ini harus terus dijaga dan dievaluasi. Yang terpenting bukan hanya keberadaan program, tetapi bagaimana manfaatnya benar-benar dirasakan oleh siswa secara langsung,” tambahnya.
Menutup pernyataannya, ia menegaskan bahwa DPRD Bontang akan terus berkomitmen mendukung kebijakan pendidikan yang berorientasi pada peningkatan mutu, pemerataan akses, serta inovasi berkelanjutan. Harapannya, melalui langkah tersebut, Kota Bontang mampu mencetak generasi yang unggul dan berdaya saing, baik di tingkat provinsi maupun nasional.
Hardiknas 2026 pun menjadi pengingat bahwa investasi di sektor pendidikan adalah investasi jangka panjang yang akan menentukan arah dan masa depan daerah. (Adv)













