DIGTALPOS.com, Bontang – Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi fokus utama pembangunan Kota Bontang lima tahun ke depan. Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menegaskan bahwa manusia yang sehat dan bebas stunting adalah fondasi utama terwujudnya visi Bontang sebagai kota industri dan jasa yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan Gerakan Posyandu Aktif memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 di BPU Kelurahan Kanaan, Kamis (13/11/2025).
Di hadapan 75 kader Posyandu, Neni menekankan bahwa pembangunan tak hanya tentang infrastruktur fisik, tapi juga tentang transformasi sosial menuju SDM unggul.
“Visi pembangunan Bontang tidak akan tercapai tanpa manusia yang sehat. Karena itu, kami memastikan pelayanan kesehatan dasar harus menjangkau seluruh warga, dan Posyandu adalah pusatnya,” ucapnya.
Ia menyebut, keberhasilan menurunkan angka stunting dari 27 persen menjadi 17 persen dalam dua tahun terakhir menjadi bukti bahwa program kesehatan masyarakat di Bontang berjalan efektif. Keberhasilan ini, kata dia, merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah, tenaga medis, dan para kader di lapangan.
Untuk menjaga momentum tersebut, Pemkot terus memperkuat kapasitas kader melalui pelatihan, pembinaan, dan insentif. Tahun ini, insentif kader dinaikkan dari Rp300 ribu menjadi Rp1 juta per bulan, sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi mereka.
“Kader Posyandu tidak hanya berperan di bidang kesehatan, tetapi juga bagian dari strategi pembangunan SDM unggul yang berdaya saing,” jelasnya.
Menurutnya, membangun manusia sehat adalah investasi jangka panjang bagi masa depan Bontang. Ia menambahkan, “Kita ingin melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga kuat secara fisik dan mental,” jelasnya.
Dengan semangat tersebut, Gerakan Posyandu Aktif menjadi pengingat pentingnya kolaborasi dalam membangun manusia Bontang yang sehat, cerdas, dan siap bersaing di era global. (Adv)













